Semoga Lelah Mu Menjadi Lillah Artinya

Duwus.com – Semoga Lelah Mu Menjadi Lillah Artinya

Oleh: Widya
Ibu Rumah Tangga & Founder Komunitas Muslimah Menjahit

SEMINGGU yang lalu anak saya yang berumur empat tahun mengalami demam tinggi. Tidurnya sama sekali tidak nyenyak. Ia terbangun setiap dua jam sekali meminta minum. Sesekali mengigau, menangis dan terbangun mencari saya seraya berkata, “ibu.. Ibu..”

Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya tidur dengan anak berumur empat tahun yang sedang sakit, ditambah dengan kondisi kehamilan si ibu yang memasuki trimester tiga?
Pengalaman tidur dengan anak berumur empat tahun yang sedang sakit saat ini seperti tidur bersama bayi yang baru saja dilahirkan. Saya lebih banyak terjaga daripada terlelap.

BACA JUGA: Ibu dan 2 Titik..

Saya terbangun dengan lelah. Lebih dari lelah karena disaat bersamaan suami saya yang berarti ayahnya anak saya ternyata tidak ada di samping saya. Ya, saat itu Ia sedang dinas di luar kota. Kalau dipikir-pikir tiga hari membersamai anak yang sedang sakit tanpa suami itu tidaklah mudah. Lelah bercampur emosi karena semua harus dikerjakan sendiri. Tidak ada kerabat, orang tua bahkan Asisten Rumah Tangga sekali pun.

Sementara anakku bangun dengan bahagia, walaupun lemas. Ia terus menempeli saya dan berkata, “jagain aku bu, aku sayang ibu.”

Dia tidak tahu bagaimana lelahnya saya atau bagaimana sakitnya punggung saya atau bagaimana saya benar-benar hanya ingin tidur selama lima menit lagi. Ia hanya bersyukur mendapati saya di sampingnya saat ia terbangun.

Lalu, bagaimana dengan anda, para ibu di luar sana? Apakah Anda ingin menambah jam tidur setiap harinya?

Apakah Anda seringkali merasa lelah juga saat menjalani rutinitas yang sama? Membereskan rumah, mengasuh anak, memasak, memotong rumput dan pekerjaan-pekerjaan lainnya sendiri?

Kadang-kadang menjadi seorang ibu artinya adalah menjadi lelah. Kadang-kadang menjadi seorang ibu berarti merasa sedikit kesepian. Seperti tidak ada orang lain memperhatikan apa yang kita lakukan.

Ya, kita bisa berpendapat bahwa menjadi ibu memang seperti itu. Sejak awal ibu memang haruslah bangun lebih awal, harus berurusan dengan masalah-masalah anak, masalah uang, masalah pendidikan, masalah kesehatan, dan sebagainya. Namun hal yang patut diapresiasi bahwa ibu, mereka melakukan hal-hal menakjubkan. Hal-hal yang sangat keras. Hal-hal yang tampak biasa namun seringkali di luar batas kemampuannya.

Maka, wahai para ibu yang kerap merasa lelah. Anda tidak sendirian.

Banyak ibu di luar sana (termasuk saya) pun kemungkinan merasa lelah juga dan mulai bertanya-tanya tentang semua hal ini. Namun, masih tetap hadir menghibahkan diri bagi anak-anak dan suami yang mereka cintai.

BACA JUGA: Tentang Sosok Ibu, Ini Kata Alquran dan Hadis

Menjadi ibu adalah perjalanan para pemberani. Adalah hal berani untuk membesarkan seseorang yang mandiri, mendorong batas-batas kemampuan, meluluhkan hati di malam hari, mencintai mereka selamanya bahkan ketika mereka membuat kita tidak waras dan bahkan pada hari-hari yang melelahkan pula.

Menjadi ibu adalah karir tertinggi seorang wanita dimana Allah janjikan surga di telapak kakinya. Yang Allah tinggikan derajatnya tiga kali melebihi sang ayah. Bahkan doa ibu menjadi doa yang mudah dikabulkan oleh-Nya.

Jadi, bersabarlah wahai ibu, hanya sebentar saja lelah yang kau rasakan. Anak-anak ini akan tumbuh mendewasa dengan begitu cepat. Berbahagialah wahai ibu. Karena dari ibu yang bahagia akan lahir pula generasi yang bahagia. Semoga di Hari Ibu ini, akan semakin banyak ibu-ibu bahagia yang menikmati setiap perannya demi capaian kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Aamiin. []

RENUNGAN adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim tulisan Anda lewat imel ke: , paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari RENUNGAN di luar tanggung jawab redaksi Islampos.



MuslimTerkini.com




– Lelah dalam melakukan aktifitas sehari-hari sudah sering atau bahkan setiap hari yang kita rasakan.

Membuat pikiran jadi penat dan tidak disadari tanpa disadari menumpuk menjadi emosi yang.


Karena lelah menjadi mudah marah hanya karena masalah sepele, mudah mengangis tanpa sebab dan sulit merasa bahagia.


Baca juga:



33 Quotes Buya Hamka Tentang Pendidikan, Agama, Cinta dan Kehidupan


Seseorang rela bekerja keras siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan pokok dan bahkan hanya untuk memenuhi gaya hidup yang serba mewah.

Sampai-sampai menjelang tidur, kesehatan, perhatian keluarga dan orang-orang yang disayanginya.


bekerja keras bukan hanya dalam bekerja mencari nafkah saja, belajar/menuntut ilmu, mengurus rumah tangga dan anak juga bisa dikatakan bekerja bahkan setiap saat.


Tahukah anda bahwa ada penghapusan dosa dalam setiap lelah?.

hadis berikut ini:


Tidak ada seorang pun yang tertimpa kelelahan, atau penyakit, atau kejadian, atau gangguan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan kesalahanya karena itu.”

(HR.Bukhori)


Niatkanlah apa yang akan kita lakukan dengan ikhlas karena mencari ridha Allah SWT semata.

Biarlah kelelahan badan dan pikiran kita tidak menjadi sia-sia hanya untuk duniawi saja.

hadis berikut ini:


“Barang siapa pada malam hari kelelahan dari kelelahan dari upaya keterampilan kedua tanganya pada hari maka pada malam itu dia diampuni oleh Allah.”

(HR.Ahmad)


Page 2


Berikut ini MuslimTerkini.com menyajikan kata-kata mutiara lelah menjadi lillah, semoga bisa memberimu tambahan semangat dikala lelah, memberi energi positif, membantu hati yang gelisah dan mengobati duka lara.


“Semoga lelah ku ini adalah lillah. Selalu semangat dan selalu bersyukur.”



Baca Juga: Quotes Waktu, Sesuatu yang Harus Dipertanggungjawabkan


“Keluarga menjadi motivasi mengapa berlelah-lelah tak berhenti mencari nafkah, dan semoga lelahku ini menjadi lillah.”


“Bila hijrahmu karena Allah, kamu akan terus melangkah walau lelah.”


“Kerja keras itu lelah, hidup serba seadanya pun juga lelah. Kalian mau pilih lelah yang mana? Maka jadikanlah lelahmu menjadi lillah, agar semuanya berkah.”


“Aku berharap semoga rasa lelah yang aku dapatkan dalam bekerja di rezeki yang berkah bagi keluarga.”


“Lelahnya bekerja bisa menjadi penghapus dosa jika niatnya lillahi ta’ala.”


“Nikmati saja lelah, lelah, dan penat saat bekerja dan berusaha. Percaya bahwa usaha maksimal pasti memperoleh hasil yang maksimal. Niatkan semua karena Allah.”


“Lelah dalam bekerja itu lebih baik daripada saat kamu lelah dalam mencari kerja, dan yang terpenting adalah selalu berserah diri kepada Allah, agar semua lelah menjadi berkah.”


Page 3

Manusia dalam kehidupannya pasti memiliki aktivitas masing – masing. Dari ayah yang merupakan kepala keluarga mencari nafkah untuk anak istrinya. Ibu yang dirumah mengurus dan merawat anak – anak serta menjaga rumah. Dan anak – anak yang disekolahkan agar kelak mampu menjadi apa yang diharapkan oleh kedua orang tuanya. Jadi sangat manusiawi bila kita dalam menjalani berbagai aktivitas sehari hari pernah merasa lelah ataupun letih. Bagaimana mengubah lelah menjadi lillah?

Nah bagi orang yang beriman dan bertaqwa. Lelah tiada akan menjadi masalah yang besar bagi dirinya bilamana lelahnya dapat menjadi manfaat dan berkah bagi kehidupannya. Apalagi dapat berpahala. Akan tetapi belum tentu dari semua rasa capek dan lelah dari aktvitas yang dilakukan dapat bernilai pahala. Untuk menjadi berpahala dalam segala rasa lelah kita dalam beraktivitas sehari – hari, kita dapat memahami konsep dan maksud dari lelah menjadi lillah.

Lelah menjadi lillah yang dimaksud disini adalah agar segala rasa capek, dan lelah yang kita dapat dari segala aktivitas kita sehari – hari dapat bernilai pahala juga dicatat sebagai amal baik. Menerapkan konsep ini dalam aktivitas sehari – hari merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Karena bahayanya orang yang terlalu lalai dalam aktivitasnya dan merasa lelah karenanya hingga ia lupa mengingat Tuhannya, maka ia akan masuk neraka. Begitulah bunyi dari kandungan surat Al – Ghasiyah ayat 3 – 4. Begitu meruginya bagi mereka yang tidak bisa mengubah lelahnya menjadi lillah. Capek lelah dan letih yang ia terima dari aktivitasnya justru malah mengantarkannya ke neraka naudzubillah.

https://www.instagram.com/p/CKFiV-MF2VO/?utm_source=ig_web_copy_link

ilustrasi bekerja. foto: instagram.

Setelah memahami maksud dari lelah menjadi lillah. Dan betapa meruginya bagi mereka yang tidak bisa menerapkan ini dalam kehidupannya. Pasti kita tidak ingin bukan menjad salah satu dari golongan mereka? Untuk dapat mengubah lelah menjadi lillah agar capek kita berbayar pahala dan manfaat dunia akhirat. Kita dapat memahami beberapa hal dibawah ini.

Yang pertama yang harus kita ketahui, dalam bekerja ataupun beraktivitas kita harus ikhlas karena Allah SWT. Simpel memang namun tidak banyak yang mampu menerapkan. Jangan sampai lelah kita dari bekerja hanya semata – mata untuk menggapai hasil dunia saja. Dengan diniatkan karena ingin mendapat ridho Allah SWT maka lelah kita akan berbayar pahala. Misalnya seorang ayah yang bekerja, niatkan dalam hati untuk mencari nafkah untuk keluarga karena itu merupakan kewajiban yang Allah tanggungkan padanya. Jangan sampai hanya bekerja semata – mata untuk mencari uang.


Page 2

Inilah hukum dan keutamaan berjamaah

Minggu, 3 Oktober 2021 | 09:00 WIB


Page 3

Manusia dalam kehidupannya pasti memiliki aktivitas masing – masing. Dari ayah yang merupakan kepala keluarga mencari nafkah untuk anak istrinya. Ibu yang dirumah mengurus dan merawat anak – anak serta menjaga rumah. Dan anak – anak yang disekolahkan agar kelak mampu menjadi apa yang diharapkan oleh kedua orang tuanya. Jadi sangat manusiawi bila kita dalam menjalani berbagai aktivitas sehari hari pernah merasa lelah ataupun letih. Bagaimana mengubah lelah menjadi lillah?

Nah bagi orang yang beriman dan bertaqwa. Lelah tiada akan menjadi masalah yang besar bagi dirinya bilamana lelahnya dapat menjadi manfaat dan berkah bagi kehidupannya. Apalagi dapat berpahala. Akan tetapi belum tentu dari semua rasa capek dan lelah dari aktvitas yang dilakukan dapat bernilai pahala. Untuk menjadi berpahala dalam segala rasa lelah kita dalam beraktivitas sehari – hari, kita dapat memahami konsep dan maksud dari lelah menjadi lillah.

Lelah menjadi lillah yang dimaksud disini adalah agar segala rasa capek, dan lelah yang kita dapat dari segala aktivitas kita sehari – hari dapat bernilai pahala juga dicatat sebagai amal baik. Menerapkan konsep ini dalam aktivitas sehari – hari merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Karena bahayanya orang yang terlalu lalai dalam aktivitasnya dan merasa lelah karenanya hingga ia lupa mengingat Tuhannya, maka ia akan masuk neraka. Begitulah bunyi dari kandungan surat Al – Ghasiyah ayat 3 – 4. Begitu meruginya bagi mereka yang tidak bisa mengubah lelahnya menjadi lillah. Capek lelah dan letih yang ia terima dari aktivitasnya justru malah mengantarkannya ke neraka naudzubillah.

https://www.instagram.com/p/CKFiV-MF2VO/?utm_source=ig_web_copy_link

ilustrasi bekerja. foto: instagram.

Setelah memahami maksud dari lelah menjadi lillah. Dan betapa meruginya bagi mereka yang tidak bisa menerapkan ini dalam kehidupannya. Pasti kita tidak ingin bukan menjad salah satu dari golongan mereka? Untuk dapat mengubah lelah menjadi lillah agar capek kita berbayar pahala dan manfaat dunia akhirat. Kita dapat memahami beberapa hal dibawah ini.

Yang pertama yang harus kita ketahui, dalam bekerja ataupun beraktivitas kita harus ikhlas karena Allah SWT. Simpel memang namun tidak banyak yang mampu menerapkan. Jangan sampai lelah kita dari bekerja hanya semata – mata untuk menggapai hasil dunia saja. Dengan diniatkan karena ingin mendapat ridho Allah SWT maka lelah kita akan berbayar pahala. Misalnya seorang ayah yang bekerja, niatkan dalam hati untuk mencari nafkah untuk keluarga karena itu merupakan kewajiban yang Allah tanggungkan padanya. Jangan sampai hanya bekerja semata – mata untuk mencari uang.

Semoga Lelah Mu Menjadi Lillah Artinya

Sumber: https://jripto.com/semoga-lelah-mu-menjadi-lillah-artinya

 

Artikel Terkait