Rangkuman Ipa Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013

Duwus.com – Rangkuman Ipa Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013

rangkuman materi ipa kelas 9 semester 1 kurikulum 2013 revisi 2018

Rangkuman materi sangat dibutuhkan saat kita ingin mempelajari suatu materi secara utuh, pada umumnya rangkuman materi Mata Pelajaran IPA akan mempermudah siswa dalam membuat peta konsep pada materi tersebut. Sehingga proses belajar akan menjadi lebih mudah untuk mengetahui materi secara lengkap dan terstruktur.

Selain dapat mempermudah dalam membuat peta konsep, rangkuman materi juga dapat mempermudah tenaga pendidik dan peserta didik dalam mengingat dan memahami materi IPA kelas 9. Karena materi dalam satu semester dapat terangkum dengan baik dalam bentuk ringkasan materi IPA.

Kurikulum 2013
dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Bila pada jenjang SD/MI, semua mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah menjadi mata pelajaran.

Sebagai transisi menuju ke pendidikan menengah, pemisahan ini masih belum dilakukan sepenuhnya bagi siswa SMP/MTs. Materi-materi dari bidang-bidang ilmu Fisika, Kimia, Biologi, serta Ilmu Bumi dan Antariksa masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi siswa SMP/MTs tentang prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam semesta beserta segenap isinya.

Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 ini terdiri dari 5 Bab, yaitu dari mulai Bab 1 Sistem Reproduksi pada Manusia sampai Bab 5 Kelistrikan dan Teknologi Listrik di Lingkungan. Semua materi IPA Kelas 9 satu semester sudah kami susun dalam bentuk Rangkuman Materi.

Baca Juga :

  • Rangkuman Materi IPA Energi dalam Sistem Kehidupan Kelas 7 Kurikulum 2013
  • Rangkuman Materi IPA Kelas 7 SMP/MTs Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi
  • Rangkuman Materi IPA Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Bab 1 Sistem Reproduksi pada Manusia

  • Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan yang mempunyai karakter sama dengan sel induk. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid.
  • Tahapan pada pembelahan mitosis yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Pembelahan meiosis  adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang memiliki kromosom haploid (n) yang berasal dari sel induk diploid (2n).
  • Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tingkat yaitu, meiosis I dan meiosis II. Tahapan pembelahan pada meiosis I yaitu, profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I. Tahapan pembelahan pada meiosis II yaitu, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.
  • Sistem reproduksi pada laki-laki tersusun atas penis dan skrotum yang termasuk alat kelamin luar; testis, epididimis, vas deferens, uretra, kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper yang termasuk alat kelamin dalam.
  • Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma yang terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kumpulan tubulus inilah yang membentuk testis.
  • Proses pembentukan sperma bermula dari sel induk sperma atau spermatogonium yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, sel spermatogonium mengalami pembelahan secara mitosis maupun meiosis dan mengalami diferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk sel sperma atau spermatozoa yang memiliki ekor dan bersifat haploid (n).
  • Sistem reproduksi pada perempuan tersusun atas vagina yang merupakan alat kelamin luar; ovarium, saluran telur, infundibulum, rahim, dan servik yang merupakan alat kelamin dalam.
  • Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin perempuan (ovum) yang terjadi di dalam ovarium.
  • Oogenesis dimulai pada saat seorang wanita berada dalam kandungan. Sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium atau sel induk telur yang bersifat diploid(2n). Selanjutnya, akan terjadi pembelahan secara bertahap baik pembelahan mitosis maupun meiosis. Pada akhir peristiwa oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonium) akan dihasilkan satu sel telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga badan polar.
  • Menstruasi terjadi apabila sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma.
  • Fertilisasi terjadi apabila sel telur dibuahi oleh sel sperma. Setelah terjadi fertilisasi, zigot yang terbentuk akan melakukan pembelahan dan berkembang menjadi embrio yang selanjutnya tertanam ke dalam endometrium, pada kondisi ini seseorang mengalami kehamilan.
  • Penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi manusia antara lain Gonorhoe, Sifilis, Herpes Simplex Genitalis, HIV/AIDS, Keputihan, dan Epididimitis.


Bab 2 Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan

  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah reproduksi tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Reproduksi aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melalui proses fert ilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggu nakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Reproduksi aseksual buatan dapat dilakukan melalui cang kok, merunduk, menyambung, menempel dan setek. Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Reproduksi seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.
  5. Reproduksi pada tumbuhan
    Gymnospermae
    secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Reproduksi aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji
  6. Tumbuhan paku (Pteridhophyta) yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin. Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora.
  7. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami reproduksi seksual dan aseksual pada satu kali siklus hidupnya. Reproduksi seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gamtofit. Pada saat sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Reproduksi lumut secara aseksual dapat melalui gemmae atau kuncup.
  8. Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  9. Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual melalui tunas, fragmentasi,  dan partenogenesis.
  10. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar dan ovovivipar.
  11. Beberapa hewan dapat mengalami tahap reproduksi seksual dan tahap reproduksi aseksual dalam satu kali siklus hidup, misalnya pada ubur-ubur.
  12. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis da pat digolongkan menjadi metamorfosis sempuna dan metamorfosis tidak sempurna.
  13. Teknologi reproduksi pada hewan ialah melalui inseminasi buatan.
  14. Hewan dan tumbuhan terjaga kelangsungan hidupnya selain melalui rep roduksi juga melalui peristiwa adaptasi dan seleksi alam.

Bab 3 Kependudukan dan Lingkungan

  1. Jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
  2. Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu.
  3. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kelahiran (nat alitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).
  4. Dampak yang terjadi pada lingkungan akibat peningkatan jumlah pen duduk antara lain: pencemaran lingkungan oleh limbah atau sampah rumah tangga, berkurangnya ketersediaan air bersih, berkurangnya ketersediaan udara bersih, dan berkurangnya ketersediaan ruang dan lahan pertanian.
  5. Semakin banyak jumlah penduduk, maka resiko terjadinya pencemaran semakin tinggi.
  6. Semakin banyak jumlah penduduk, maka jumlah air yang dibutuhkan semakin banyak.
  7. Semakin banyak jumlah penduduk, maka ketersediaan udara bersih semakin berkurang.
  8. Semakin banyak jumlah penduduk, maka ketersediaan ruang dan lahan pertanian semakin sedikit.
  9. Ciri-ciri air tercemar adalah adanya endapatn atau bahan terlarut, adanya perubahan suhu, pH, warna, bau, dan rasa air.

Bab 4 Partikel Penyusun Benda Mati dan Makhluk Hidup

  1. Setiap benda dan  makhluk hidup tersusun oleh molekulmolekul. Molekul ini tersusun atas partikel yang lebih kecil yaitu atom.
  2. Atom tersusun atas partikel subatom yaitu proton yang memiliki muatan positif, elektron yang memiliki muatan negatif, dan neutron yang tidak bermuatan.
  3. Selain disusun oleh molekul yang berbeda, sifat-sifat suatu materi atau benda yang berbeda juga dapat disebabkan oleh perbedaan susunan molekul-molekul dalam materi itu.
  4. Ada beberapa teori perkembangan atom, yaitu teori Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, dan teori atom modern.
  5. Partikel subatom, misalnya elektron banyak digunakan dalam berbagai bidang, misalnya dalam mikrokskop elektron dan sinar-X.
  6. Setiap atom memiliki nomor atom dan nomor massa. Nomor atom menunjukkan jumlah proton, sedangkan nomor massa menunjukkan penjumlahan proton dan neutron.
  7. Molekul dan atom yang menerima atau melepas elektron menjadi bermuatan dan membentuk ion.
  8. Proses pembentukan ion itu disebut ionisasi. Ion yang bermuatan positif disebut kation. Sedangkan ion yang bermuatan negatif secara umum disebut anion. Gaya tarik-menarik antara kation dan anion dalam senyawa tersebut disebut ikatan ionik.
  9. Pembentukan ikatan kimia melalui penggunaan bersama elektron antardua atom disebut dengan ikatan kovalen.
  10. Susunan elektron di dalam suatu atom disebut dengan konfigurasi elektron.
  11. Tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah tingkat energi K atau n=1 yang dapat ditempati oleh 2 elektron, L untuk n=2  yang dapat ditempati oleh 8 elektron, M untuk n=3 yang dapat ditempati oleh 18 elektron dan seterusnya.
  12. Uji nyala dapat digunakan untuk mengetahui kandungan beberapa unsur dalam suatu senyawa secara sederhana.
  13. Intan dan grafit tersusun dari atom yang sama yaitu atom karbon (C), namun membentuk struktur dan jenis ikatan yang berbeda sehingga dapat dihasilkan karakteristik yang berbeda. Pada intan masing-masing atom karbon (C) mengikat empat atom karbon (C) lainnya dengan ikatan kovalen membentuk struktur tetrahedral.
  14. Ada beberapa jenis plastik didasarkan pada bahan penyusunnya, yaitu plastik PETE, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan jenis lain.
  15. Masing-masing jenis plastik memiliki karakteristik yang berbeda sehigga pemanfaatannya juga perlu memperhatikan karakteristik dari jenis plastik tersebut.
  16. Ada banyak jenis logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya baja, stainless steel, galvalum, perunggu, dan kuningan.
  17. Suatu logam dapat dipadukan dengan logam yang lain sehingga dapat diperoleh sifat yang baru.
  18. Tulang tersusun atas bagian yang hidup yaitu sel-sel tulang (osteosit) dan bagian tak hidup. Zat organik penyusun tulang antara lain yaitu kolagen, proteinpolisakarida, dan glikoaminoglikan. Zat anorganik penyusun tulang yaitu senyawa hidroksiapetit.

Bab 5 Kelistrikan dan Teknologi Listrik di Lingkungan

  1. Listrik statis terjadi akibat adanya perbedaan muatan listrik. Muatan listrik sejenis (positif dengan positif atau negatif dengan negatif) bersifat tolak menolak. Muatan listrik yang berbeda (positif dengan negatif) bersifat tarik menarik. Besarnya gaya tolak atau gaya tarik kedua muatan listrik dapat dihitung dengan menggunakan persamaan hukum Coulomb.
  2. Medan listrik adalah daerah yang masih dipengaruhi oleh gaya listrik suatu muatan listrik.
  3. Potensial listrik merupakan usaha yang diperlukan untuk memindahkan elektron dari satu titik ke titik lainnya yang jauhnya tak terhingga (jarak tidak berpengaruh).
  4. Muatan listrik negatif terdapat di dalam sel saraf dan muatan listrik positif terdapat pada bagian luar sel saraf. Sel saraf dapat menghantarkan rangsang karena adanya muatan yang tarik menarik. Tarik-menarik muatan listrik pada saraf terjadi bila terdapat rangsangan dari neurotransmitter.
  5. Berdasarkan kemampuan bahan untuk menghantarkan arus listrik, bahan digolongkan menjadi konduktor, semikonduktor, dan isolator.
  6. Besar hambatan listrik suatu kawat dipengaruhi oleh hambat jenis kawat, panjang kawat, dan luas penampang kawat.
  7. Hewan tertentu dapat menghasilkan listrik, misalnya ikan belalai gajah, ikan pari elektrik,  hiu kepala martil, echidnas, belut listrik, lele elektrik.
  8. Arus litrik mengalir karena adanya perbedaan potensial listrik
  9. Rangkaian listrik terdiri 2 jenis, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel.
  10.  Energi listrik dapat dirubah menjadi energi lain, misalnya kipas angin yang mampu merubah energi listrik menjadi energi gerak. Sebaliknya, energi lain dapat diubah menjadi energi gerak, misalnya energi kimia pada akumulator (accu) dapat dirubah menjadi energi listrik
  11. Sumber energi listrik alternatif diperoleh dari sumber energi yang berlimpah di alam, misalnya berasal dari energi matahari, energi angin, energi air, bioenergi, dan nuklir.

Demikianlah postingan mengenai Rangkuman Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Lengkap, semoga dapat bermanfaat untuk pembaca dan salam sukses untuk semua.

Rangkuman Ipa Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013

Sumber: https://administrasingajar.blogspot.com/2019/08/rangkuman-materi-ipa-kelas-9-semester-1.html

 

Artikel Terkait