Yang Bukan Merupakan Terminal Pada Regulator Adalah

Duwus.com – Yang Bukan Merupakan Terminal Pada Regulator Adalah

Daftar Isi

  • 1
    Jawaban
  • 2
    Pembahasan

    • 2.1
      Fungsi Regulator dan Komponen Regulator Pada Sistem Pengisian Mobil

      • 2.1.1
        Mengapa tegangan output sistem pengisian perlu di atur?
      • 2.1.2
        Komponen Regulator Tipe Konvensional
  • 3
    Komponen Regulator Mobil

    • 3.1
      Kendala Ketika Regulator Tidak Berfungsi

      • 3.1.1
        1.Nyala Bola Lampu Bermasalah
      • 3.1.2
        2.Komponen Fuel Pump Bermasalah
      • 3.1.3
        3.Panel Instrumen Elektrik Error
      • 3.1.4
        4.Aki Atau Baterai Tidak Terisi
      • 3.1.5
        5.Timbulnya Korosi Sekitar Aki
    • 3.2
      Kesimpulan

Jawaban

Fungsi regulator pada sistem pengisian mobil adalah untuk mengatur output tegangan yang dihasilkan alternator agar stabil (13,8 V sampai 14,8 V) dengan cara mengatur besar kecilnya arus yang mengalir ke rotor coil dan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada rotor coil.

Pembahasan

Fungsi Regulator dan Komponen Regulator Pada Sistem Pengisian Mobil

Dari asal katanya, regulator berkaitan dengan regulasi yang artinya aturan, sehingga kerjanya komponen ini adalah untuk “mengatur”. Dalam sistem pengisian regulator berfungsi untuk mengatur output tegangan yang dihasilkan alternator agar stabil walaupun putaran mesin turun naik.


Mengapa tegangan output sistem pengisian perlu di atur?

Ketika putaran mesin bertambah tinggi, maka putaran rotor juga akan semakin tinggi. Tentu tegangan yang dihasilkan juga akan semakin tinggi, tegangan yang terlalu besar pasti kurang bagus bagi komponen-komponen kelistrikan mobil yang pada umumnya memiliki spesifikasi untuk tegangan 12 volt.

Begitu juga ketika putaran rendah, maka tegangan pengisian juga akan kecil. Jika sama-sama bertegangan 12 Volt atau dibawahnya maka sama saja tidak terjadi pengisian pada baterai.

Untuk itulah perlu di atur agar tegangan output alternator tetap stabil yaitu pada tegangan pengisian (13,8 Volt – 14,8 Volt).

Pada saat putaran tinggi yang cenderung menghasilkan tegangan tinggi, regulator akan memperkecil arus yang masuk ke kumparan rotor (dengan resistor), atau pada putaran sangat tinggi arus yang menuju ke rotor coil akan dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Dengan begitu pada saat putaran tinggi, tegangan output pengisian tetap stabil.

Begitu juga pada putaran rendah yang cenderung akan menghasilkan teganga pengisian turun, regulator akan mengatur agar arus yang masuk ke rotor besar sehingga medan magnet pada rotor kuat dan tegangan yang dihasilkanpun stabil.

Dengan adanya regulator inilah tegangan output pengisian alternator dijaga agar selalu stabil baik pada saat mesin putara rendah, sedang, maupun tinggi.

Regulator yang digunakan pada kendaraan umumnya ada dua jenis yaitu tipe konvensional dan tipe IC regulator. Untuk tipe konvensional regulator berada di luar alternator, sementara pada tipe IC regulator sudah menjadi satu dengan alternator asembly.

Regulator pada sistam pengisian
Sumber : Direktorat Pembinaan SMK


Komponen Regulator Tipe Konvensional

Pada regulator tipe konvensional terdapat dua kumparan, yaitu voltage relay dan votege regulator. Berikut adalah fungsi-fungsi masing-masing kumparan :

  1. Voltage regulator
    berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.
  2. Voltage relay
    berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

Setiap kumparan baik votage relay maupun voltage regulator dilengkapi dengan titik kontak yang berfungsi untuk menyalurkan arus menuju ke-kumparan rotor. Pada regulator juga terdapat resistor yang menghubungkan terminal IG dan terminal F pada regulator. Besar tahanan pada resistor ini sekitar 11 Ohm.

Di bagian atas kumparan voltage regulator maupun voltage relay terdapat pegas yang digunakan sebagai penahan gerakan kontak agar tidak terlalu mudah berhubungan dengan kontak yang lain. Kekakuan pegas ini dapat diatur oleh lidah penyetel.

Jika lidah penyetel dibengkokkan ke atas maka pegas akan semakin kaku, jika pada voltage regulator yang di atur kemudian dibengkokkan ke atas (semakin kaku) maka tegangan uuput pengisian akan naik, begitu juga dengan sebaliknya jika dibengkokkan ke bawah maka pegas akan semakin lemah, jika yang dibengkokkan ke-bawah pada voltage regulator maka output tegangan alternator akan menjadi lebih rendah.

Regulator terdapat terminal-terminal yang setiap terminal terhubung dengan titik kontak – titik kontak dalam regulator. Terminal-terminal regulator ini antara lain : IG, N, F, E, L, dan B.


Komponen Regulator Mobil

Letak regulator pada alternator
Gambar Letak regulator pada alternator

Regulator masuk kedalam kategori komponen elektronika yang memiliki berperan untuk melakukan pengaturan output tegangan dan pengaturan medan magnet. Dalam menjalankan fungsinya, regulator bersinergi dengan komponen-komponen lain yang terhubung menjadi satu kesatuan sistem pengisian daya aki mobil. Pada mobil keluaran terbaru, regulator menjadi satu dengan alternator karena terminal regulator terhubung kedalam integrated circuit.

Nama Komponen

Deskripsi
Voltage regulator Memiliki fungsi untuk melakukan pengaturan tegangan serta pengaturan medan magnet pada rotor. Kemudian pada gambar regulator tersebut terdapat tulisan ground, stator, F dan B+ yang merupakan terminal bypass untuk menghubungkan alternator dan perangkat elektrikal yang membutuhkan daya.
Stator Merupakan komponen pada alternator yang terdiri dari kumparan statis yang bersentuhan dengan rotor.
Rotor Rotor merupakan komponen yang dapat berputar dan memiliki tujuan untuk membangkitkan medan magnet.
Housing Merupakan tempat untuk meletakkan komponen-komponen alternator. Kemudian housing juga berfungsi untuk melindungi komponen alternator.
Bearing Memiliki fungsi untuk menjaga poros rotor tidak bergesekan dengan komponen lain ketika melakukan putaran.
Split rings Pada alternator, split rings memiliki fungsi sebagai dudukan untuk putaran rotor.
Rectifier Nama lainnya adalah dioda, memiliki fungsi untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.
Fan Fan berada pada bagian atas dan bawah rotor. Tujuan dari fan ini untuk mendinginkan komponen pada alternator sehingga komponen alternator tidak panas.


Kendala Ketika Regulator Tidak Berfungsi

Regulator yang rusak sehingga tidak berfungsi dengan baik, dapat mempengaruhi kinerja komponen yang bersinggungan. Hal ini terjadi karena beberapa komponen elektrikal membutuhkan rentang tegangan, daya maupun arus tertentu untuk dapat berfungsi dengan baik. Berikut ini beberapa kendala yang terjadi ketika regulator tidak berfungsi dengan baik:


1.Nyala Bola Lampu Bermasalah

Jika regulator tidak berfungsi, output tegangan dari alternator menjadi terlampau tinggi ketika mobil melaju. Kemudian menyebabkan bola lampu menjadi lebih cepat panas. Apabila hal ini tidak segera tertangani, bola lampu akan cepat rusak. Begitu juga dengan sebaliknya, ketika putaran rpm rendah, maka nyala bola lampu menjadi redup.


2.Komponen Fuel Pump Bermasalah

Pompa bensin (fuel pump) membutuhkan tegangan minimal untuk dapat berfungsi dengan baik. Sehingga jika regulator tidak berfungsi, proses pemompaan bensin dari tangki tidak akan stabil.


3.Panel Instrumen Elektrik Error

Mobil keluaran terbaru sudah menggunakan panel instrumen elektrik. Panel instrumen elektrik menggantikan panel instrumen mekanis pada mobil keluaran tahun lama. Panel instrumen elektrik membutuhkan pasokan daya yang cukup. Kemudian apabila pasokan daya tidak stabil, panel instrumen akan error untuk menerima data dari sensor.


4.Aki Atau Baterai Tidak Terisi

Apabila komponen regulator rusak atau tidak berfungsi, maka menyebabkan daya listrik menjadi naik turun atau tidak stabil. Salah satu penyebab aki atau baterai tidak dapat terisi karena naik turunnya daya pengisian listrik. Jika aki atau baterai rusak, dapat menyebabkan mesin mobil tidak bisa dinyalakan (dinamo starter).


5.Timbulnya Korosi Sekitar Aki

Aki atau baterai yang tidak terisi penuh akibat kerusakan regulator menyebabkan adanya reaksi yang tidak mampu melepas atom hidrogen pada setiap kutup positif dan negatifnya. Apabila atom hidrogen tidak terlepas, dapat menyebabkan korosi pada setiap sambungan kutup-kutupnya. Korosi yang berlebihkan dapat memberikan hambatan pada aliran daya listrik sistem pengisian.


Kesimpulan

Regulator merupakan komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pengisian daya pada mobil. Fungsi utama dari regulator adalah menstabilkan daya sebagai input sistem pengisian aki serta tegangan input bagi komponen kelistrikan. Regulator menjaga tegangan pada rentang 13-15 volt. Selain itu regulator juga dapat mengatur medan magnet pada sekitar rotor dengan memanfaatkan integrated circuit.

Regulator pada mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi IC dan menyatu dengan alternator. Apabila regulator tidak dapat berfungsi dengan baik, maka akan timbul kendala seperti nyala bola lampu, fuel pump dan panel instrumen yang bermasalah. Kemudian menyebabkan aki baterai menjadi tidak terisi dan timbulnya korosi pada sekitaran kutup-kutupnya. Kendala regulator yang tidak berfungsi dapat dicegah melalui pengecekan secara berkala.

Yang Bukan Merupakan Terminal Pada Regulator Adalah

Sumber: https://blog.widiyanata.com/pendidikan/soal-fungsi-regulator-pada-sistem-pengisian-adalah/

 

Artikel Terkait