Sajak Tentang Hewan
– Memelihara fauna adalah suatu hal menghibur. Ekspresi hadiah sayang basyar terhadap ternak boleh diwujudkan dalam rangka sajak hewan.

Sendirisendiri binatang mempunyai karakter tersendiri, seperti kucing tupai dan kucing yang mendongkolkan, serta rama-rama dan burung yang mempunyai dandan-corak indah.

Pesona berbagai sato tidak jarang menjadi inspirasi bagi anak-anak asuh sekolah buat lebih mengenal hewan-hewan peliharaaan hingga statusnya yang sulit. Kumpulan sajak indah nyata syair berikut merupakan contoh tembang tentang binatang yang umur di alam dan lingkungan selingkung.




Pixabay



Kupu-kupu Indah

Duhai rama-rama
Alangkah indah dirimu
Sayapmu berwarna-warni
Kau kepakkan tanpa henti

Aduhai Kupu-kupu
Betapa senang dirimu
Bisa cemas kesana-kemari
Hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain

Saat kudekati dirimu
Dengan malu-malu
Terbang meninggalkan
Kuncup anak uang
Galau lagi dan lagi


Seekor Kucing di Rumahku

Ada seekor meong
Berwarna putih
Meong itu datang ke rumahku
Beberapa hari yang lalu

Ketika aku sedang makan siang
Kucing itu tiba-tiba mendekatiku
Kucing itu sangat demen
Menggosok-gosokkan badannya di kakiku

Setiap radu bersantap
Kusisakan lauk paukku
Bagi memberi makan meong putih itu

Periode sudah lilin batik
Kucing itu belum juga datang
Kemana gerangan kucing putih itu?


Gajah di Yojana Safari

Suatu periode aku diajak ayah
Bertamasya ke Ujana Safari di Prigen Jawa Timur

Di Ujana Safari ada banyak satwa
Mulai dari satwa herbivora setakat binatang karnivora

Dari internal mobil yang aku tumpangi
Aku senang detik mengaram seekor gajah
Tubuhnya sangat samudra
Belalainya janjang
Gading nan pun besar

Baca juga:  Apa Yang Dimaksud Dengan Buah Segar

Sebelumnya, aku hanya melihat gajah
Dari televisi dan buku saja
Tak kusangka satwa tersebut mendalam
Berformat raksasa




Pixabay


Penis Kecilku

Burungku, janganlah pertalian nyenyat
Aku cak hendak kau sehat selalu
Wahai zakar kecilku
Aku akan menjaga dan merawatmu

Burung kecilku
Aku akan rindu padamu
Janganlah menangis
Tetaplah terbang tataran

Titit kecilku
Aku selalu menyayangimu

Rangas

Semut putih-rayap menetap
Tinggal disudut-ki perspektif gelap
Kerajaan kecil yang lembab
Ira nan susah tersingkap

Rayap-anai-anai tak punya mata
Mereka tak suka seri
Capitnya ekstrem menggerus kayu
Bahkan berbenda melubangi tembokmu

Makhluk dengan kemampuan sosial tinggi
Tak pernah bisa koteng-seorang
Hidup bagi mereka adalah protektorat
Dan terpisah berharga mati

Siapakah Aku?

Siapakah aku?
Telingaku lebar bak tetampan kue
Siapakah aku?
Tubuhku osean bagaikan gedung berpangkat dua
Siapakah aku?
Hidungku panjang bak nasihat pemadam
Siapakah aku?
Mataku kecil bagaikan dua kumbang hitam

Lantas, siapakah aku?

Pelanduk Emas

Alkisah di hutan jenggala
Kehidupan ulah rupa hewan
Namun hanya satu yang istimewa
Bengkunang emas sang kanjeng sultan wana

Cantik tampang rupa si raja
Sumbu badak cabang bercekah mendua
Dua dua nya tampak berbahaya
Mengusir musuh si singa

Namun sayang seribu kerap
Banyak pemburu bermata nyalang
Menggurdi selerang si pelanduk cangap
Tak ayal nyawa sang raja melayang

Itu kisah pelanduk kencana
Moga penyimpangan membuat anda bingung
Lopak-lapik akan pemubru beringas
Subversif alam dengan cara yang ganas

Kelinciku

Kelinciku
Kau lucu sekali
Meloncat makin kemari
Sungguh menganjur hari

Kelinciku
Jangan nakal dia
Takhlik aku merasa sipu
Karena ku bukan boleh mengejarmu

Kelinciku
Bersih dan lembut bulumu
Aku senang memandangmu
Akan kurawat kau gelojoh




lars-fehlandt.de


Kung Kong

Kung Kong kung kong
Kutatap langit, kunanti hujan
Kung kong kung kong
Meratus terus, kembang kempis leherku
Kung kong kung kong
Langit menghitam, petir menyambar
Kung kong kung kong
Air merintik-rintik, balong beriak
Kung kong kung kong
Hati gembira, aku melompat

Baca juga:  Taman Laut Bunaken Terdapat Di Daerah

Burung Parkit

Burung oh burung
Kau berjenis parkit
Kau bercat kuning
Dan kau suka terbang

Burung oh kalam
Kau menemaniku sejak aku lahir
Walau kau bertambah tua dariku
Aku menyayangimu

Namu sayangn, predestinasi berkata bukan
Kau mati selingkung satu bulan yang lalu
Siapa karena tidak punya n partner alias sudah lalu tua
Walau kau di duaja sana, aku tetap menjadi temanmu

Namaku Pitapita

Aku suka beryanyi, riang hati
Menyambut tuanku beri nafkah bernutrisi
Aku senang berdendang, bahagiakan diri
Meski dikurung internal sangkar ini
Pitapita nama yang mengecewakan
Pemberian tuanku yang baik

Tuanku, tuan putri cantik
Beri aku awan di luar sangkar ini
Tuanku, empunya nona bagai bidadari
Kasihani diri ini nan madya bosan
Kasihani diri ini yang rindu angin segar
Kasihani diri ini nan ingin berpendar

Pitapita logo yang cakap
Aku minta suatu saat aku bisa terbang
Bertemu teman-temanku yang adil
Mengejar indukku yang entah dimana

Pitapita nama nan cantik
Aku minta ceceh-zakar lain tahu
Takdirnya aku memiliki nama nan cantik
Tak hanya dipajang dan berkicau tanpa larik

Kus Si Tikus

Adik boncel nocat kegenturan
Sesuatu dari pencong tirai berjalan sorangan
Mengendap dan terus mengendap
Terkadang berjalan cepat dan belari boncel

Adik kecil memanggilku dengan kencang
Ada apa gerangan adikku yang manis?
Apa nan mengganggumu?
Tenang-sunyi, jangan takut

Grusak grusuk Si Kus berjalan
Menyenggol apapun nan ada di depannya
Si Kus berhenti sesaat dan lagi berlari
Ekornya pendek sulit bikin ditangkap

Kus si Tikus yang nakal
Ia cak acap gigiti sepatu adik
Engkau sering membuat adik tegak
Suatu saat aku akan berhasil tangkap Si Kus

Baca juga:  Lapisan Tanah Yang Mengandung Paling Banyak Materi Organik Adalah



Pixabay


Gonggongmu

Anjing menggonggong, Kepribadian lari terbirit
Banyak nan takut pada gonggongmu
Padahal tak semua yang menggonggong jahat
Padahal enggak semua yang mengonggong tokak

Gonggongmu takuti Khuluk yang penakut
Khuluk memang begitu anaknya
Tidak suka hewan peliharaan apapun
Lebih lagi kelinci yang bersantap kodok

Kadang aku kasihan melihatmu sendirian
Menggonggong di tengah dinginnya malam
Bersimpang keheningan dengan raung kesepian
Membangunkanku yang timbrung jadi ketakutan

Bisa jadi terserah yang nantinya peduli merawatmu
Menjagamu, memberi makan, dan anjing hutan main
Aku harap mereka segera menemukanmu
Aku harap mereka datang sebelum tersisa

Tetaplah bersiteguh supaya itu tak mudah
Tetaplah menggonggong, tetaplah antap
Semoga engkau baik-baik semata-mata
Cak agar sendirian internal kesenyapan


Ikan Kesayangan

Ikan solek ku,
Kemungelan bentukmu menyentuh kalbu,
Keindahan warnamu warnai perian yang kelabu,
Kelincahanmu tumbuhkan kehidupan bau kencur.

Lauk solek ku,
Keelokan yang mempesona,
Terpancar dari tubuhmu yang jelita,
Menghiasai seisi pangsa rumah,
Hadirkan salih dan gembira.

Rumahmu kubuatkan Aquarium,
Disanalah tempatmu tersenyum,
Kurawat dan kujaga sepenuh lever,
Ningga kemudian hari.

Tetaplah memberi kesenangan,
Kerap terbarukan keceriaan,
Kaulah, ikan solek ku,
Ikan kesayanganku.

Kuncir Dua

Lucu sekali kuncir dua
Muslihat dua ekor kuda kelinci
Loncat loncat hap hap
Memegang wortel senyum senang

Kelinciku manis, kelinciku gemas
Tak suka makan banyak banyak
Gemar meloncat meloncat
Gemar tersenyum keunggulan bahagia

Kelinciku, sang mengelakkan ekor kuda dua
Sehatlah selalu, gembira selalu
Jangan lalai minum setelah bersantap
Tidur yang layak dan tidak nakal

Sesudah mengaji sajak syair tentang bermacam hewan peliharaan, langka dan liar diatas, diharapkan kita lebih peduli dan bisa belajar mengenal kekayaan kalimantang serta berusaha bakal terus melestarikannya. Selain itu, bacalah juga sajak adapun alam agar kita semakin menganakemaskan lingkungan sekitar.