aplikasi, aplikasi edit video, aplikasi edit foto, aplikasi penghasil uang, aplikasi bpjs ketenagakerjaan, aplikasi jaki, aplikasi edit video di laptop, aplikasi bpjs kesehatan, aplikasi pinjaman online, aplikasi awal bros, aplikasi adalah, aplikasi akuntansi, aplikasi absensi online,aplikasi arisan, aplikasi accounting, aplikasi awal bros batam, aplikasi admin slot, aplikasi belajar bahasa inggris, aplikasi baca novel gratis, aplikasi buat paspor, aplikasi bibit, aplikasi bobol wifi, aplikasi belanja online, aplikasi cek bansos, aplikasi cari jodoh, aplikasi cek pajak kendaraan, aplikasi capcut, aplikasi canva, aplikasi chat, aplikasi cari teman sekitar, aplikasi cek suhu tubuh, aplikasi desain rumah, aplikasi disdukcapil, aplikasi download video, aplikasi download video youtube, aplikasi dana, aplikasi download youtube, aplikasi desain baju, aplikasi daftar paspor online batam, aplikasi edit video di hp, aplikasi edit pdf, aplikasi edit foto terbaik, aplikasi edit background foto, aplikasi edit video terbaik, aplikasi foto, aplikasi freelance, aplikasi facebook, aplikasi foto jadi kartun,aplikasi flip, aplikasi foto bergerak, aplikasi film gratis, aplikasi foto di laptop,aplikasi gambar, aplikasi ganti background foto, aplikasi get contact, aplikasi gambar di ipad, aplikasi gambar denah rumah, aplikasi gojek, aplikasi gabung foto, aplikasi google, aplikasi halo awal bros, aplikasi hijau, aplikasi hotel, aplikasi hapus background, aplikasi hitung kalori, aplikasi hd foto, aplikasi hacker, aplikasi hotel murah

Nama Nama Pakaian Adat 34 Provinsi

Nama Nama Pakaian Adat 34 Provinsi

Kalimantan Tengah

Provinsi

Kalteng

Dari kidal ke kanan, atas ke bawah: Kondominium Betang, Tugu Ikan Jelawat Sampit, Bundaran Samudra Kapuas, Lawang sakepeng, Kota Palangka Raya, Gereja GKE Hampatung, Bandarsah Raya Darussalam Palangka Raya.

Lambang resmi Kalimantan Tengah

Julukan:

Dunia Pancasila, Bumi Tambun Bungai

Motto:

Isen mulang

(Dayak Ngaju/Sangen)
Pantang mundur

Peta

Negara
Indonesia
Sumber akar hukum pendirian UU Darurat RI No.10 Tahun 1957[1]
Hari lahir 23 Mei 1957; 65 hari silam
 (1957-05-23)
Ibu kota Daerah tingkat Palangka Raya
Jumlah ketengan tadbir

Daftar

  • Kabupaten: 13
  • Daerah tingkat: 1
  • Kecamatan: 136
  • Kelurahan: 139
  • Desa: 1.432
Pemerintahan
 • Gubernur H. Sugianto Sabran
 • Wakil Gubernur H. Edy Pratowo S.Sos., M.M.
 • Sekretaris Daerah Drs. H. Nuryakin, M.Sang (Pj)
 • Ketua DPRD Wiyatno, S.P.
Luas
 • Besaran 153.564,50 km2
(59,291,58 sq kwetiau)
Populasi

(2020)[2]

 • Total 2.670.000
 • Konsistensi 17/km2
(40/sq mi)
Demografi
 • Agama Islam 74,11%
Serani 19,90%
– Protestan 16,67%
– Katolik 3,23%
Hindu/Kaharingan 5,84%
Buddha 0,11%
Konghucu 0,01%
Lainnya 0,03%[2]
[3]
 • Bahasa Indonesia (resmi)
Dayak (dominan)
—Dayak Bakumpai
— Dayak Ngaju, Banjar, Bugis, Jawa, Madura, Melayu
— Jawi Kotawaringin
 • IPM Kenaikan
71,25 (2021)
panjang
[4]
Zona waktu UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

73xxx-74xxx

Kode area telepon

Daftar

  • 0513 – Muara Teweh
  • 0522 – Ampah (Dusun Tengah, Barito Timur)
  • 0525 – Buntok
  • 0526 – Tamiang Layang
  • 0528 – Purukcahu
  • 0531 – Sampit
  • 0532 – Pangkalan Bun, Kumai
  • 0536 – Palangkaraya, Kasongan
  • 0537 – Hilir Kurun
  • 0538 – Estuari Pembuang
  • 0539 – Muara Kuayan (Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur)
Kode ISO 3166 ID-KT
Pelat wahana KH
Kode Kemendagri 62

Edit the value on Wikidata
APBD Rp 4.412.108.656.900,-
(2018)
PAD Rp 1.400.710.256.900,- (2018)
DAU Rp 1.614.203.045.000,- (2020)[5]
Lagu kawasan
  • “Kalayar”
  • “Naluya”
  • “Pemukul Cempang Pupoi”
  • “Saluang Kitik-kitik”
  • “Manasai”
  • “Tumpi Wayu”
Kondominium resan Huma Betang (Rumah Betang)
Senjata tradisional Mandau
Flora resmi Kapulasan
Fauna resmi Kuau-kerdil kalimantan
Situs web kalteng.go.id

Atlas Administrasi Provinsi Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah
(disingkat
Kalteng) ialah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan. Ibu kotanya ialah Kota Palangka Raya. Berdasarkan sensus tahun 2010, provinsi ini memiliki populasi 2.202.599 jiwa, nan terdiri atas 1.147.878 lanang dan 1.054.721 perempuan. Data BPS Kalimantan Perdua tahun 2021 menunjukkan penduduk negeri ini tahun 2020 bertambah menjadi 2.670.000 (Laki-laki 1.385.700 atma dan perempuan 1.284.300 nyawa).[2]
Kalimantan Tengah punya 13 kabupaten dan 1 ii kabupaten.[2]

Sejarah

Sejarah awal

Menurut legenda suku Dayak yang berasal dari Panaturan
Tetek Tatum
yang ditulis maka itu Tjilik Riwut mengisahkan orang mula-mula yang menempati marcapada alias menginjakan kakinya di Kalimantan adalah Raja Bunu. Pada abad ke-14 Maharaja Supayaryanata, gubernur Majapahit memerintah di Kerajaan Negara Dipa (Amuntai) yang berfokus di Candi Agung dengan kawasan mandalanya bermula Tanjung Silat setakat Tanjung Puting dengan daerah-daerah yang disebut Sakai, yaitu kewedanan batang bengawan Barito, Tabalong, Balangan, Pitap, Alai, Amandit, Labuan Amas, Biaju Mungil (Kapuas-Murung), Biaju Ki akbar (Kahayan), Sebangau, Mendawai, Katingan, Sampit dan Pembuang dengan pejabat-pengarah daerahnya sendirisendiri yang disebut Mantri Sakai (Kepala Daerah), sedangkan distrik Kotawaringin pada hari itu merupakan kekaisaran tersendiri.[6]
Kerajaan Negara Dipa dilanjutkan oleh Kekaisaran Negara Daha dengan sinuhun pertamanya Miharaja Sari Babunangan Unro miharaja= maharaja. Sinuhun tersebut sudah lalu mengantar keseleo seorang puteranya yang bernama Raden Sira Panji Kesuma maupun Uria Gadung (Uria= Aria) bakal menyandang kekuasaan daerah Tanah Dusun [atau Barito Raya] nan berkedudukan di JAAR – SANGGARWASI.

Sebelum abad XIV, daerah Kalimantan Paruh termasuk daerah yang masih kudus, belum ada pendatang berpangkal provinsi lain. Saat itu satu-satunya alat transportasi adalah perahu. Tahun 1350 Kerajaan Hindu mulai memasuki daerah Kotawaringin. Perian 1365, Imperium Hindu dapat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Beberapa ketua suku diangkat menjadi Nayaka Kekaisaran.

Tahun 1520, lega waktu pesisir di Kalimantan bagian daksina dikuasai oleh Kesultanan Demak, agama Islam mulai berkembang di Kotawaringin. Periode 1615 Kesultanan Banjar mendirikan Kerajaan Kotawaringin, yang menutupi daerah pantai Kalimantan Perdua. Distrik-provinsi tersebut yakni: Sampit, Mendawai, dan Pembuang. Sedangkan daerah-daerah tidak tetap independen secara otonom menjalankan hukum adat Dayak-Kaharingan, dipimpin langsung oleh para kepala suku, bahkan banyak dari antara mereka yang menarik diri masuk ke pedalaman. Di daerah Dok Sawang Pulau Kupang, dempet Kapuas, Kota Bataguh pernah terjadi perang lautan. Dara Dayak bernama Nyai Undang memegang peranan dalam peperangan itu. Nyai Undang didampingi oleh para satria gagah perkasa, di antaranya Gembuk, Bungai, Andin Sindai, dan Tawala Rawa Raca. Di kemudian musim nama pahlawan wirawan Tambun Bungai, menjadi cap Kodam XI Gendut Bungai, Kalimantan Tengah.

Distrik Kesultanan

Pada abad ke-16, Kalimantan Tengah masih termasuk dalam provinsi mandala Kesultanan Lajur, penerus Negara Daha yang telah menjangkitkan ibu kota ke hilir wai Barito tepatnya di Banjarmasin, dengan wilayah mandalanya nan semakin rembet meliputi daerah-distrik dari Tanjung Tangkap sampai Tanjung Aru. Pada abad ke-16, berkuasalah
Baginda Maruhum Panambahan
yang beristrikan
Nyai Siti Biang Lawai, seorang puteri Dayak anak Patih Rumbih berbunga Biaju. Tentara Biaju kerapkali dilibatkan dalam revolusi di istana Derek, sampai-sampai dengan aksi debirokratisasi kepala (ngayau) misalnya uri taruna Nyai Biang Lungsin bernama Panglima Sorang yang diberi gelar
Nanang Sarang
membantu Tuanku Maruhum menumpas pemberontakan anak asuh-anak Kiai Di Podok. Selain itu basyar Biaju (sebutan Dayak pada masa lampau) sekali lagi afiliasi mendukung Pangeran Dipati Anom (ke-2) bagi merebut takhta berpokok Sultan Ri’ayatullah.

Raja Maruhum menugaskan Dipati Ngganding kerjakan memerintah di negeri Kotawaringin. Dipati Ngganding digantikan maka dari itu menantunya, yaitu Pangeran Dipati Anta-Kasuma putra Baginda Maruhum sebagai kaisar Kotawaringin yang pertama dengan gelar
Ratu Ii kabupaten Waringin. Sri paduka Dipati Anta-Kasuma adalah suami dari Andin Juluk binti Dipati Ngganding dan Nyai Tapu binti Mantri Kahayan. Di Kotawaringin Ratu Dipati Anta-Kasuma menikahi wanita setempat dan memperoleh anak asuh, yakni Pangeran Amas dan Nona Getek.[6]
Pangeran Amas yang bergelar Syah Amas inilah yang menjadi ratu Kotawaringin, penggantinya berlangsung hingga Raja Kotawaringin waktu ini, yakni Sunan Ratu Alidin Semangat Alamsyah. Sewa pertama Kotawaringin dengan VOC-Belanda terjadi pada tahun 1637.[7]
Menurut laporan Radermacher, lega tahun 1780 sudah lalu terdapat rezim pribumi sebagai halnya Kyai Ingebai Suradi Raya kepala area Mendawai, Kyai Ingebai Sudi Baginda komandan kawasan Sampit, Raden Jaya kepala daerah Pembuang dan kekaisaran Kotawaringin dengan rajanya yang bergelar Paduka tuan Kota Ringin[8]

Pendudukan Portugis dan Misionaris Serani

Turunan-manusia Portugis dari Makau mutakadim berkedai ketika VOC-Belanda berangkat di Banjarmasin lega musim 1679 dengan maksud mengamankan perdagangan itu dan menggertak pedagang negara Benang dari pasar itu. Ambisi para pedagang negara Portugis yang terlibat dalam pasar ini lebih segara daripada yang dibayangkan oleh VOC-Belanda. Kompeni mengetahui bahwa karena aneksasi kekuasaan internal, Aji Dipati Anom (Raden Kasuma Lelana) ditantang oleh kedua keponakannya, dua putra Sultan Sultan Anom (Raden Kasuma Pataka gelar Aji Saidullah 1), yakni Suria Angsa dan Suria Negara, dan pertolongan Portugis tersebut telah didaftar andai disiden melawan Paduka Dipati Anom (Raden Kasuma Lelana gelar Pangeran Suria Nata 2). Portugis berpangkal Macao memulai upaya pertama mereka untuk memonopoli produksi lada Banjarmasin. Strategi intervensi Portugis dan mendukung perebutan kekuasaan Sultan Dipati Anom akibatnya bertelur dengan Suria Angsa menjadi Yang dipertuan dan Portugis memperoleh kepunyaan-properti memikul. Properti-milik komersial ini tidak seperti mana monopoli tetapi cukup menggondokkan VOC-Belanda, yang sudah lalu tidak senang dengan kerusuhan politik Banjarmasin yang tak berkesudahan, bahwa Firma (Kompeni) berhenti berdagang di Banjarmasin sreg tahun 1681; VOC-Belanda yakin bahwa dapat mengamankan pasokan lada tambahan dari peningkatan produksi lada di Palembang dan Banten.[9]
Puas masa kekuasaan Sinuhun Saidillah sekitar tahun 1685, Portugis mengirim seorang pastur bernama Ventigmilia.[10]

Jenderal Macau seperti Andrea Coelo Viera, Aloysius Francesco Cottigno, maupun Kapten Kapal Emmanuelle Araugio Graces, sama-sejajar ingin menjadi sponsor perjalanan imam Antonio Ventimiglia ke kapling Borneo. Penjelajahannya dimulai per tanggal 16 Januari 1688 dari Macau. Pada rontok 2 Februari 1688, Antonio Ventimiglia tiba di Banjarmasin dengan kapal Potugis (sindikat Emir Suria Angsa berbunga Banjar), bagi mengembangkan agama Katolik di cak kampungan negeri Jajar di sepanjang bengawan Barito dan hasilnya beliau meninggal di norak puas tahun 1691.[11]
[12]
Cay Deponattee (Kiai Dipanata), seorang adam dengan fiil keterusterangan terbesar di antara mereka, mengatakan kepada Daniel Beeckman, bahwa sejumlah tahun nan lalu nomplok ke bagian-bagian itu sendiri pater Portugis, atau biarawan, yang dengan perilakunya yang sopan dan kaidah-caranya nan menawan mutakadim memperoleh banyak faedah bagi agama Kristen, tetapi tidak puas kerjakan bersyarah di antara mereka, kamu harus pergi ke pedesaan di antara hamba allah-orang pedalaman yang kasar, yang disebut Byajos, yang maka dari itu mereka dia dibunuh dengan kejam.[13]
[14]

Perusahaan Hindia Timur Belanda

Penyerahan Raja Batu

Berdasarkan traktat 13 Agustus 1787, Paduka tuan Nata Tunggul (emir bencana) dari Banjarmasin mengasihkan negeri-daerah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada VOC, sedangkan Kesultanan Leret sendiri dengan wilayahnya yang primitif sepanjang wilayah Kuin Lor, Martapura, Hulu Bengawan sampai Distrik Pattai, Distrik Sihoeng dan Mengkatip menjadi kawasan protektorat VOC, Belanda. Sesuai traktat 1 Januari 1817, Sultan Sulaiman pecah Banjar menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Paruh, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Kidul (terdaftar Banjarmasin) kepada Hindia Belanda. CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN 4 Mei 1826. / B 29 September 1826 No. 10, Ratu Adam al-Watsiq Billah bersumber Baris menegaskan kembali pembayaran wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Kidul kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.[15]
[16]


de facto

Semenjak Perjanjian Tumbang Anoi pada perian 1894, secara de facto wilayah pedalaman Kalimantan Perdua tunduk kepada Hindia Belanda. Selanjutnya kepala-pemimpin distrik di Kalimantan Tengah berada di asal Hindia Belanda.[17]
Sekeliling tahun 1850, daerah Tanah Dusun (Barito Raya) terbagi intern beberapa negeri rezim yaitu: Kiaij Martipatie, Moeroeng Sikamat, Dermawijaija, Kiaij Dermapatie, Ihanjah dan Mankatip.[18]
[19]

Sejak waktu 1845, Hindia Belanda membuat afiliasi pemerintahan lakukan daerah zuid-ooster-afdeeling van Borneo [meliputi daerah sungai Kahayan, sungai Kapuas Murung, wai Barito, batang air Negara serta Tanah Laut] selain Residen terdapat juga Rijksbestierder atau Superior Rezim Pangeran Ratoe Anom Mangkoeboemi Kentjana. Di dalam hierarki pemerintahan tersebut terdapat tera ketua tungkai Dayak seperti Bupati Surapati dan Toemenggoeng Nicodemus Djaija Negara.[20]
[21]

Berdasarkan Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, negeri-daerah di provinsi ini tertera n domestik zuid-ooster-afdeeling menurut
Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, plong 27 Agustus 1849, No. 8.[22]
Distrik-daerah di Kalteng tergolong sebagai negara dependen dan kewedanan privat Sultanat Derek.[23]

Masa 1787, dengan adanya perjanjian antara Raja Banjar dengan VOC, berakibat daerah Kalimantan Perdua, justru nyaris seluruh daerah, dikuasai VOC. Sekitar tahun 1835 misionaris Serani mulai beraktivitas secara leluasa di daksina Kalimantan. Sreg 26 Juni 1835, Barnstein, penginjil mula-mula Kalimantan tiba dan berangkat menyebarkan agama Kristen di Banjarmasin. Pemerintah lokal Hindia Belanda malahan merintangi upaya-upaya misionaris[24]
Pada tanggal 1 Mei 1859 pemerintah Hindia Belanda membuka pelabuhan di Sampit.[25]

Pemerintahan dan Organisasi Sosial

Waktu 1917, Pemerintah Hindia Belanda menginjak menerapkan sistem pemerintahan Inlands Bestuur, dimana individu-hamba allah Belanda mengangkat masyarakat pribumi untuk dijadikan petugas-petugas pemerintahannya, dengan pengawasan langsung oleh para penjajah seorang. Sejak abad XIX, penjajah menginjak mengadakan ekspedisi masuk pedalaman Kalimantan dengan tujuan buat memperkuat kedudukan mereka. Sahaja penduduk pribumi, bukan sejenis itu semata-mata mudah dipengaruhi dan dikuasai. Perlawanan kepada para penjajah mereka bagi hingga abad XX. Perlawanan secara frontal, berakhir periode 1905, setelah Sultan Mohamad Seman gugur sebagai kusuma bangsa di Wai Menawing dan dimakamkan di Puruk Cahu.

Pada hari kolonialisme, suku Dayak di daerah Kalimantan Tengah, sekalipun sudah lalu bersosialisasi dengan pendatang, namun tegar kaya dalam lingkungannya sendiri. Tahun 1919, generasi akil balig Dayak yang telah mengenyam pendidikan formal, meribakan kemajuan bagi masyarakat sukunya dengan mendirikan Serikat Dayak dan Koperasi Dayak, yang dipelopori maka itu Hausman Babu, M. Lampe, Philips Sinar, Haji Abdulgani, Sian, Lui Kamis, Tamanggung Tundan, dan masih banyak lainnya. Kongsi Dayak dan Koperasi Dayak, bergerak aktif sampai tahun 1926. Sejak saat itu, Kaki Dayak menjadi lebih mengenal keadaan zaman dan mulai mengalir.

Tahun 1928, kedua organisasi tersebut dilebur menjadi Pakat Dayak, nan bersirkulasi dalam latar sosial, ekonomi dan politik. Mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut ialah Hausman Babu, Anton Samat, Loei Kamis. Kemudian dilanjutkan oleh Mahir Isi kawin, C. Luran, H. Nyangkal, Otomobil Ibrahim, Philips Sorot, E.S. Handuran, Amir Hasan, Christian Nyunting, Tjilik Riwut, dan masih banyak lainnya. Pakat Dayak menyinambungkan perjuangan, sebatas bubarnya pemerintahan Belanda di Indonesia.

Tahun 1945, Persatuan Dayak yang berpusat di Pontianak, kemudian mempunyai silang di seluruh Kalimantan, dipelopori oleh Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray, F.C. Palaunsuka, A. Djaelani, Lengkung langit. Brahim, F.D. Leiden. Sreg tahun 1959, Persatuan Dayak bererak, kemudian menyatu dengan PNI dan Partindo. Akhirnya Partindo Kalimantan Barat meleburkan diri menjadi IPKI. Di wilayah Kalimantan Timur berdiri Persukai ataupun Persatuan Suku Kalimantan Indonesia di asal didikan Kamuk Tupak, W. Bungai, Muchtar, R. Magat, dan masih banyak lainnya.

Tahun 1942, Kalimantan Tengah disebut Afdeeling Kapoeas-Barito yang terbagi 6 divisi.[26]

Daerah Borneo detik periode awal otonomi, periode 1945.

Kondisi dan sendang daya pan-ji-panji

Kondisi alam

Provinsi Kalimantan Tengah n kepunyaan luas wilayah sebesar 153.564,5 km² yang menjadikannya andai provinsi terluas kedua di Indonesia selepas Kewedanan Papua. Secara astronomis, Kalimantan Tengah terwalak di antara 0°46′ lintang lor hingga 3°33′ lintang daksina dan 110°51′ setakat 115°50′ bujur timur. Bagian lor provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari Rangkaian gunung Muller Schwaner nan terdiri atas 52 bukit dengan jalal bervariasi, yaitu dari ketinggian 343 mdpl seperti Giri Ancah sampai 2278 mdpl seperti Dolok Raya. Bukit Bencana Tatau dengan keluhuran 1652 mdpl berada di minimum ujung timur berbatasan dengan Kalimantan Timur. Titik teratas wilayah Kalimantan Paruh terwalak di Gunung Batu Sambang dengan ketinggian 1660 mdpl. Sedangkan, fragmen selatan Kalimantan Tengah terdiri atas lembang invalid, rawa, dan paya-pandau. Provinsi Kalimantan Tengah n kepunyaan sebelas bengawan raksasa dan enggak invalid berpokok 33 sungai kecil atau anak asuh sungai. Kerelaan semenjak bengawan-sungai tersebut menjadi salah satu ciri khas Provinsi Kalimantan Paruh. Sungai Barito dengan panjang mencapai 900 km dan berkedalaman mencapai delapan meter tersebut yaitu sungai terpanjang di Kalimantan Tengah sehingga dapat dilayari sebatas sejauh 700 km.[27]
Secara administratif, Kalimantan Perdua berbatasan dengan beberapa wilayah Indonesia lainnya, yaitu

Oleh karena wilayahnya yang dilalui garis khatulistiwa, Kalimantan Tengah beriklim tropis dengan tipe iklim tropis ekuatorial (Af) nan curah hujannya cenderung tinggi sepanjang tahun dengan reratanya >2.400 mm per perian dan suhu udaranya cenderung konstan antara 24°C sampai 33°C.

Diversitas hayati

Banyak nan belum diketahui, dengan ulah provinsi pantai, ardi/bukit, ceduk rendah dan pandau, segala varietas vegetasi tropis mendominasi duaja kewedanan ini. Orangutan merupakan fauna endemik yang masih banyak di Kalimantan Tengah, khususnya di negeri Cagar alam Tanjung Puting yang memiliki areal mengaras 300.000 ha di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Terdapat beruang, landak, owa-owa, beruk, monyet, bekantan, trenggiling, buaya, kukang, paus air tawar (tampahas), arwana, manjuhan, biota laut, kura, bulus, burung rangkong, betet/beo dan binatang lain yang bervariasi tinggi.

Mata air daya umbul-umbul

Alas mendominasi wilayah 80%. Hutan primer tersisa sekitar 25% berusul luas wilayah. Kapling yang luas saat ini mulai didominasi kebun Kelambir Sawit yang hingga ke 700.000 ha (2007). Pertanaman tiras dan rotan rakyat masih tersebar dempang diseluruh daerah, terutama di Kabupaten Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Bukit Mas dan Kotawaringin Timur.

Banyak polah potensi sumber alam, antara bukan yang sudah diusahakan berupa lombong batubara, kencana, zirkon, besi. Terdapat pula tembaga, kaolin, bujukan berlian dan enggak-bukan.

Demografi

Suku Nasion

Data Sensus Penghuni Indonesia 2010, berbunga 2.207.367 vitalitas yang didata, suku nasion di Kalimantan Paruh yaitu :[28]
[29]

  1. Suku Dayak (46,62%), tersebar di wilayah hulu dan pedalaman. Beberapa subsuku Dayak nan terdapat di Kalteng yaitu Ngaju (mendiami daerah persebaran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito dan Katingan. ), Bakumpai (mendiami pinggiran daerah aliran sungai Barito ), Maanyan (mendiami adegan timur Kalteng seperti Barito Timur dan Barito Selatan), Ot Danum (mendiami daerah utara Kalteng), Siang Murung (mendiami Timur Laut Kalteng/Kabupaten Murung Raya), Taboyan (mendiami sepanjangan tepian sirkulasi Batang air Teweh), Lawangan (meninggali bagian timur Kalteng/Barito Timur), Dusun (mendiami wilayah aliran sungai Barito dari Barito Selatan sebatas Murung Raya), dan beberapa subsuku lainnya. Hamba allah Dayak di Kalteng rata-rata berprofesi laksana petambak dan personel pemerintahan.
  2. Suku Jawa (21,67%), tersebar di kawasan-kawasan transmigrasi. Di sejumlah kabupaten, begitu juga Kotawaringin Barat, Seruyan dan Pulang Pisau, terletak tungkai Jawa dalam jumlah dominan. Bani adam Jawa di Kalteng umumnya berprofesi sebagai peladang, sida-sida, TNI/Polri, pedagang rahim dan pekerja tambang/sawit. Kesenian Jawa seperti kuda lumping, reog, n komedi didong kulit dan bahasa Jawa masih bersikeras di kantong-saku transmigrasi di Kalteng. Besarnya proporsi orang Jawa di Kalteng karena banyaknya transmigrasi asal Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur yang masuk ke Kalteng.
  3. Suku Banjar (21,03%), tersebar di perkotaan dan marginal dekat Kalimantan Selatan. Di Kalteng, orang Banjar banyak berada di wilayah perkotaan sebagaimana Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Kabupaten Barito Timur dan Kapuas yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan. Turunan Banjar di Kalteng umumnya bekerja sebagai pelimbang dan wirausaha, sehingga kuliner, masakan dan bahasa Leret cukup dominan di Kalteng. Berbagai upacara aturan Leret, seperti plong ritual pernikahan, kelahiran (tasmiyah), batamat Al Qur’an, baayun mulud dan sebagian kesenian Banjar, seperti sinoman hadrah dan maulid habsyi masih cak acap ditampilkan di Kalteng.
  4. Suku Melayu (3,96%), menempati pesisir Sukamara dan Kotawaringin Barat, terpinggirkan Kalimantan Barat juga sebagian wilayah di Kabupaten Lamandau. Melayu di Kalteng biasa disebut Jawi Kotawaringin atau Teringin yang adat budayanya tidak jauh berbeda dengan orang Melayu di Kalbar dan Suku Jejer di Kalimantan Kidul.

Komposisi Suku bangsa di Kalimantan Perdua selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut :
[29]

Nomor Tungkai bangsa Total (2010) % (2010)
1 Dayak 1.029.182 46,62%
2 Jawa 478.393 21,67%
3 Deret 464.260 21,03%
4 Melayu 87.348 3,96%
5 Madura 42.668 1,93%
6 Sunda 28.580 1,29%
7 Bugis 17.104 0,77%
8 NTT 15.370 0,70%
9 Batak 12.324 0,56%
10 Bali 7.348 0,33%
11 Tadir / NTB 5.491 0,25%
12 Tionghoa 5.130 0,23%
13 Palembang 2.710 0,12%
14 Papua 1.751 0,08%
15 Betawi 1.127 0,05%
16 Minahasa 1.080 0,05%
17 Maluku 1.021 0,05%
18 Minangkabau 949 0,04%
Tungkai-kaki lainnya 12.529 0,57%
Total 2.207.367 100,00%

Bahasa

Pada dasarnya bahasa yang digunakan secara luas di Kalimantan Tengah adalah Bahasa Dayak, Bahasa Baris, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Bahasa Dayak nan dominan digunakan maka dari itu Suku Dayak di Kalimantan Perdua, di antaranya Bahasa Ngaju nan digunakan di area sungai Kahayan dan Kapuas.[30]
Bahasa Bakumpai dan Bahasa Maanyan dituturkan maka itu penduduk di selama daerah perputaran batang air Barito dan sekitarnya dan Bahasa Ot Danum yang digunakan oleh suku Dayak Ot Danum di hulu sungai Kahayan dan batang air Kapuas.Persebaran Bahasa Banjar ke Kalimantan Tengah karena besarnya total perantauan Suku Jejer bawah Kalimantan Selatan sehingga Bahasa Deret digunakan sebagai bahasa perdagangan dan bahasa sehari-hari.[31]
Mahajana Suku Jawa di lokasi transmigrasi rata-rata menuturkan Bahasa Jawa misal bahasa sehari-hari.

Agama

Agama yang dipeluk masyarakat Kalimantan Perdua berdasarkan data Jasad Pusat Statistik Kalimantan Tengah 2010 dan 2020, yaitu:[32]
[33]

Nomor Agama Total (2010) Pemfokusan (2010) Besaran (2020) Konsentrasi (2020) Keterangan
1 Selam 1.643.715 74,31% 1.951.786 74,11% dipeluk oleh Suku Banjar, Jawa, Melayu, Madura, Sunda, serta sebagian Kecil Suku Dayak dan Batak.
2 Serani Protestan 353.353 15,97% 439.018 16,67% dipeluk oleh sebagian besar Tungkai Dayak, Batak, Minahasa, Flores, Papua
3 Kristen Katolik 58.279 2,63% 85.044 3,23% dipeluk maka dari itu sebagian samudra Suku Dayak, Batak, Minahasa, Flores, Papua
4 Hindu/Kaharingan 11.149 0,50% 153.846 5,84% Kaharingan adalah pengapit suku Dayak Kalimantan Tengah nan pada Sensus 2010 digabungkan dalam gerombolan Lainnya. Penyanjung Agama Kaharingan tersebar di negeri Kalimantan Tengah dan banyak terdapat di fragmen hulu sungai, antara lain hulu sungai Kahayan, sungai Katingan dan hulu wai lainnya.[34]
Dan Kaharingan sudah masuk kedalam agama Hindu yang rata-rata dianut oleh individu Bali
5 Buddha 2.301 0,10% 2.795 0,11% dipeluk oleh orang Tionghoa
6 Konghucu 414 0,02% 179 0,01% dipeluk oleh hamba allah Tionghoa
7 Lainnya 142.878 6,45% 890 0,03% Pada sensus tahun 2010, Kaharingan ibarat kepercayaan tulus kaki Dayak dimasukkan pada kategori lainnya. Saja, sensus 2020 memasukkan Kaharingan dalam kategori agama Hindu yang umumnya dianut oleh masyarakat Bali.
Total 2.212.089 100% 2.633.558 100%

Pendidikan

Geliat dunia pendidikan di Kalimantan Tengah kini semenjana berkembang dengan pesat. Hal tersebut ditandai dengan bermunculannya berbagai lembaga pendidikan serta eksistensi beberapa Universitas dan Sekolah Strata.

Institut Daerah Palangka Raya dan Untama yakni Perserikatan-universitas Daerah yang suka-suka di Kalimantan Paruh, selain itu terletak Perserikatan Muhammadiyah serta beberapa perguruan hierarki lainnya yang turut menerimakan sumbangan dalam meningkatkan dur pendidikan di Kalimantan Tengah, seperti Sekolah Panjang Ilmu Hukum Tambun Bungai serta Sekolah Tahapan Manajemen Informatika dan Komputer Palangka Raya. Enggak pangling pula berbagai rupa Universitas maupun Sekolah Tangga rintisan nan terdapat di Kabupaten yang suka-suka di Kalimantan Tengah.

Pemerintahan

Daftar gubernur

No. Foto Gubernur Menginjak jabatan Akhir jabatan Masa Ket. Konsul Gubernur
1 R. T. A. Milono, Gubernur Kalimantan Selatan.jpg R.T.A. Milono 1 Januari 1957 30 Juni 1958 1 [ket. 1]
2 Tjilik Riwut.jpg Tjilik Riwut 30 Juni 1958 17 Februari 1967 2 [ket. 2] Reinout Sylvanus
(1961—67)
3 Reinout Sylvanus, Gubernur Kalimantan Tengah.JPG Reinout Sylvanus 17 Februari 1967 3 Oktober 1978
4 Willy Ananias Gara, Gubernur Kalimantan Tengah.jpg Willy Ananias Gara 3 Oktober 1978 7 Oktober 1983 4
Eddy Sabara as the Inspector General of the Department of Home Affairs of Indonesia.jpg Eddy Sabara 7 Oktober 1983 23 Januari 1984
5 Gatot Amrih, Gubernur Kalimantan Tengah.JPG Gatot Amrih 23 Januari 1984 21 Januari 1989 5
Victor Phaing
(1986–91)
6 Suparmanto, Gubernur Kalimantan Tengah.jpg Suparmanto 21 Januari 1989 23 Januari 1994 6 [36]
H. J. Andries
(1991–96)
7 Warsito Rahman, Gubernur Kalimantan Tengah.jpg Warsito Rasman 17 Juli 1994 Juli 1999 7
Elieser Gerson

(1996–99)
Rapiuddin Hamarung, Buku Kenangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Periode 2004-2009, p156.jpg Rappiudin Hamarung
(Penjabat)
Juli 1999 8 Maret 2000 Siswanto Adi
8 Asmawi Agani, Gubernur Kalimantan Tengah.JPG Asmawi Agani 8 Maret 2000 23 Maret 2005 8 [37] Nahson Taway
Sodjuangon Situmorang.jpg Sodjuangon Situmorang
(Penjabat)
23 Maret 2005 4 Agustus 2005
9 Agustin Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah (Periode II).jpg Agustin Teras Narang 4 Agustus 2005 3 Agustus 2010 9
(2005)
Achmad Diran
4 Agustus 2010 4 Agustus 2015 10
(2010)
Hadi Prabowo.jpg Hadi Prabowo
(Penjabat)
5 Agustus 2015 25 Mei 2016
10 Sugianto Sabran, Gubernur Kalimantan Tengah (Periode II).png Sugianto Sabran 25 Mei 2016 25 Mei 2021 11
(2016)
Said Ismail
25 Mei 2021

Petahana
12
(2020)

Edy Pratowo
Keterangan

  1. ^

    Gubernur Produsen Distrik Kalteng[35]

  2. ^

    Gubernur Kalteng Purwa – Babat Pangan

Dewan Agen

DPRD Kalimantan Tengah beranggotakan 45 orang yang dipilih melintasi penyaringan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Kalimantan Tengah terdiri dari 1 Pemimpin dan 3 Konsul Ketua yang berasal mulai sejak puak politik pemilik besaran kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Kalimantan Tengah yang sedang memegang kini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 28 Agustus 2019 oleh Ketua Pengadilan Tingkatan Palangkaraya, Mohammad Hatta, di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Perdua.[38]
[39]
[40]
Tata letak anggota DPRD Kalimantan Tengah periode 2019-2024 terdiri pecah 11 partai garis haluan dimana PDI Tentangan adalah partai garis haluan pemilik takhta terbanyak yaitu 12 kursi. Pada Pemilu 2014, DPRD Kalimantan Tengah menempatkan 45 individu wakilnya yang tersebar ke dalam beberapa fraksi, dengan perolehan suara mayoritas diraih oleh Partai Kerakyatan Indonesia Penolakan.[41]
[42]
[43]
Berikut ini yakni komposisi anggota DPRD Kalimantan Tengah musim mula-mula yang plong awalnya dilantik lega tahun 1958 dan kemudian disesuaikan jumlah anggotanya pada 1959 hingga terbentuknya DPRD Sanggang Royong.[44]
[45]

Partai Politik Kuantitas Takhta intern Waktu
1958-1959 1959-1961
 Masyumi 3
Steady

3
Puak Dayak 3
Steady

3
 PNI 2
Steady

2
 PSII 1
Steady

1
 PKI 2 Penurunan
1
NU 2 Penurunan
1
PKT 1
Steady

1
PPTI 1
Steady

1
SKDI 1
Steady

1
KKB 1
Steady

1
Besaran Anggota 17 Penurunan15
Jumlah Partai 10
Steady
10

Daftar kabupaten dan kota

No. Kabupaten/daerah tingkat Ibu ii kabupaten Bupati/penanggung jawab kota Luas kawasan (km2)[46] Jumlah penduduk (2020)[47] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang

Peta lokasi
1 Kabupaten Barito Selatan Buntok Lisda Arriyana (Pj.) 8.830 131.140 6 7/86

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Selatan.svg

2 Kabupaten Barito Timur Tamiang Layang Ampera A.Y. Mebas 3.834 113.229 10 3/100

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Timur.svg

3 Kabupaten Barito Lor Mulut sungai Teweh Nadalsyah 8.300 154.812 9 10/93

Lambang Kabupaten Barito Utara.png

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Utara.svg

4 Kabupaten Giri Mas Kuala Kurun Jaya Samaya Monong 10.805 135.373 12 13/114

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas.svg

5 Kabupaten Kapuas Kuala Kapuas Ben Brahim S. Bahat 14.999,00 410.446 17 17/214

Lambang Kabupaten Kapuas.png

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Kapuas.svg

6 Kabupaten Katingan Kasongan Sakariyas 17.500 162.222 13 7/154

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Katingan.svg

7 Kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun Anang Dirjo (Pj.) 10.759,00 270.388 6 13/81

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Kotawaringin Barat.svg

8 Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit Halikinnor 16.796,00 428.895 17 17/168

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Kotawaringin Timur.svg

9 Kabupaten Lamandau Nanga Bulik Hendra Lesmana 6.414 97.611 8 3/85

Lambang Kabupaten Lamandau.jpeg

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Lamandau.svg

10 Kabupaten Murung Raya Puruk Cahu Perdie M. Yoseph 23.700 111.527 10 9/116

Lambang Kabupaten Murung Raya.jpg

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya.svg

11 Kabupaten Pulang Pisau Pulang Pisau Pudjirustaty Narang 8.997 134.499 8 4/95

Lambang Kabupaten Pulang Pisau.jpg

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.svg

12 Kabupaten Sukamara Sukamara Windu Subagio 3.827 63.464 5 3/29

Lambang Kabupaten Sukamara.png

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Sukamara.svg

13 Kabupaten Seruyan Muara Pembuang Yulhaidir 16.404 162.906 10 3/97

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Seruyan.svg

14 Kota Palangka Raya Fairid Naparin 2.399,50 293.457 5 30/-

Lambang Kota Palangka Raya.gif

Lokasi Kalimantan Tengah Kota Palangka Raya.svg


Daftar kecamatan, desa, dan kelurahan

Negeri Kalimantan Tengah terdiri dari 13 kabupaten, 1 daerah tingkat, 136 kecamatan, 139 kelurahan dan 1.432 desa. Sreg masa 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 2.502.630 semangat dengan besaran luas wilayah 153.564,50 km².[48]
[49]

No. Kode

Kemendagri
Kabupaten/Kota Luas Wilayah

(km2)
Penduduk

(atma)
2017
Kecamatan Kelurahan Desa
1 62.04 Kab. Barito Selatan 8.830,00 123.396 6 7 86
2 62.13 Kab. Barito Timur 3.834,00 109.949 10 3 100
3 62.05 Kab. Barito Utara 8.300,00 152.308 9 10 93
4 62.10 Kab. Ardi Mas 10.805,00 137.662 12 13 114
5 62.03 Kab. Kapuas 14.999,00 409.862 17 17 214
6 62.06 Kab. Katingan 17.500,00 147.939 13 7 154
7 62.01 Kab. Kotawaringin Barat 10.759,00 244.292 6 13 81
8 62.02 Kab. Kotawaringin Timur 16.796,00 408.029 17 17 168
9 62.09 Kab. Lamandau 6.414,00 77.251 8 3 85
10 62.12 Kab. Murung Raya 23.700,00 105.454 10 9 116
11 62.11 Kab. Pulang Pisau 8.997,00 126.381 8 4 95
12 62.07 Kab. Seruyan 16.404,00 143.414 10 3 97
13 62.08 Kab. Sukamara 3.827,00 58.143 5 3 29
14 62.71 Kota Palangka Raya 2.399,50 258.550 5 30
Kuantitas 153.564,50 2.502.630 136 139 1432

Kesehatan

Flat sakit

No. Kode RS Nama Rumah Linu Jenis RS Kelas RS Pemilik Total Tempat tidur
1 6271028 RS Ibu dan Anak asuh Yasmin Palangka Raya RSIA C Swasta 22
2 6271029 RS Permata Hati Palangkaraya RSU C Swasta 42
3 6271027 RS Awal Bros Betang Pambelum RSU C Perusahaan 53
4 6202025 RS Papan bawah D Pratama Parenggean RSU D PRATAMA Pemkab 0
5 6201013 RS Citra Husada Pangkalan Bun RSU D Perusahaan 45
6 6271026 RS Masyarakat Kelas D Kota Palangka Raya RSU D Pemkot 51
7 6271025 RS Bhayangkara Palangka Raya RSU C POLRI 55
8 6271024 RS Selam PKU Muhammadiyah Palangkaraya RSU D Organisasi Islam 66
9 6271068 RS Jiwa Kalawa Atei RSK Jiwa C Pemkab 46
10 6208013 RS Umum Daerah Hanau RSU D Pemkab 28
11 6271030 RS Siloam Palangka Raya RSU C Perusahaan 29
12 6271023 RS Tk.IV Palangkaraya RSU D TNI AD 19
13 6271012 RS Mahajana Kewedanan Dr Doris Sylvanus Palangka Raya RSU B Pemprop 336
14 6210015 RS Umum Daerah Pulang Pisau RSU C Pemkab 103
15 6208014 RS Awam Area Kuala Pembuang RSU C Pemkab 93
16 6207012 RS Umum Area Kabupaten Lamandau RSU C Pemkab 90
17 6207033 RS Umum Daerah Sukamara RSU C Pemkab 81
18 6213022 RS Publik Daerah Puruk Cahu RSU C Pemkab 81
19 6205011 RS Umum Daerah Muara Teweh RSU C Pemkab 109
20 6212020 RS Awam Distrik Tamiang Layang RSU C Pemkab 84
21 6204016 RS Awam Daerah Jaraga Sasameh RSU C Pemkab 113
22 6211026 RS Awam Daerah Mulut sungai Kurun RSU C Pemkab 46
23 6203015 RS Umum Kewedanan Dr H Soemarno S RSU C Pemkab 121
24 6209024 RS Umum Negeri  Mas Amsyar Kasongan RSU C Pemkab 84
25 6202013 RS Umum Daerah Dr Murjani Sampit RSU B Pemkab 244
26 6201012 RS Masyarakat Area Sultan Imanuddin RSU B Pemkab 213

Pertahanan dan Keamanan

Kalimantan Tengah merupakan wilayah KOREM 102/PJG, KODAM XII/Tanjungpura yang bermarkas di Palangka Raya. Kawasan TNI-AU terdapat di Lanud Iskandar (Pangkalan Bun).

Polda Kalimantan Tengah membawahi 14 Kepolisian Resort (Polres).

Perekonomian

Tenaga kerja

Penduduk Kehidupan 15 Tahun Lebih Menurut Kegiatan
[50]

Kegiatan terdahulu Februari 2006 Agustus 2006 Februari 2007 Februari 2008
Penghuni Usia 15 Hari Lebih 1.387.244 1.398.307 1.411.568 1.438.271
Angkatan Kerja 991.764 944.266 1.100.430 1.077.831
Berkreasi 991.764 944.266 1.045.186 1.026.211

Potensi perikanan

Potensi perikanan di Kalimantan Tengah lampau besar, khususnya perikanan air mansukh. Hal itu dikarenakan luasnya distrik perairan batal begitu juga sungai, danau dan rawa di Kalimantan Tengah. Potensi laut Kalimantan Tengah 94.500 km2 dengan tangga garis rantau ± 750 km memiliki bermacam rupa jenis lauk pelagis, udang, rajungan, dan lainnya. Pantai laut di selatan Kalimantan Tengah merangkai 7 (tujuh) kabupaten; yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau, dengan tataran garis rantau ± 750 km. Sedangkan perairan umum dengan luas ± 2.29 juta Ha dengan potensi sumberdaya ikannya yang cukup besar perlu penyelenggaraan dan pemakaian secara baik. Produksi perikanan sambar waktu 2013 sebesar 101.891,8 ton meningkat sebesar 7,31 % dibandingkan produksi perikanan sambar tahun 2012 sebesar 94.954,1 ton. Kuantitas Rumah Panjang Perikanan (RTP) Tangkap yakni sebanyak 21.770 RTP yang terdiri berpunca 5.340 RTP Perikanan Laut dan 16.430 RTP Perikanan Darat. Jumlah produksi perikanan budidaya pada periode 2013 sebesar 53.519,43 ton mengalami peningkatan sebesar 20,70 % dari produksi tahun 2012 sebesar 42.441,28 ton dengan luas lahan budidaya seluas 6.960,8 Ha. Total Rumah Tangga Perikanan (RTP) Budidaya puas waktu 2013 sebanyak 20.312 RTP. Pengembangan gerakan perebusan perikanan rasio kecil dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana pengolahan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR). Pada tahun 2013, jumlah produksi olahan hasil perikanan sebesar 6.149,9 ton meningkat sebesar 0,73 % dari total produksi tahun 2012 sebesar 6.104,8 ton. Tingkat Konsumsi Iwak di Kalimantan Tengah memadai tinggi yaitu 46,03 kg/kapita/tahun, kian besar daripada Tingkat Konsumsi Ikan Kewarganegaraan sebesar 35,62 kg/kapita/masa. Jumlah Unit Pengolahan di Kalimantan Perdua sebanyak 2.837 UPI sedangkan Unit Pemasaran sebanyak 7.994 UPI.

Pertambangan

Sebagian raksasa penduduk di daerah Katingan, Khususnya Kecamatan Katingan Perdua bermata pencaharian sebagai petambak dan penambang. Hasil tambang utama yang diperoleh merupakan emas dan puya (pasir zirkon) yang berwarna merah. Masyarakat privat melakukan penambangan masih berkepribadian tradisional sehingga hasil nan diperoleh tidak optimal.

Transportasi

Lapangan terbang Tjilik Riwut Palangka Raya melayani penerbangan bersumber dan ke Surabaya dan Jakarta
direct, menunggangi pesawat jet macam Boeing 737-200, 737-300 dan 737-400. Penerbangan ini dilayani oleh 4 maskapai, yakni: Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Bandar udara kesayangan masyarakat Palangka Raya ini punya
pcn 29 fczu, dapat dilintasi dengan mobil atau taksi.

Jarak Palangka Raya dengan ibu ii kabupaten kabupaten

Berikut adalah beberapa jarak antar kota di kabupaten Kalimantan Paruh;[51]

ibu kota kabupaten Darat (km) Keterangan
Perenggan Kalteng-Kalsel (Anjir Serapat)
KLK 142 km
TML 276 km 418 km (via Kalsel)
BNT 183 km 511 km (via Kalsel)
MTW 326 km 605 km (via Kalsel)
PRC 411 km 702 km (via Kalsel)
KKN 180 km
KSN 88 km
SPT 227 km
KLP 457 km
PBU 449 km
SKR 686 km
Takat Kalteng-Kalbar (Kudangan)

Seni dan budaya

Seni irama

Perpaduan Flat Betang dengan Flat Baanjung menghasilkan
Kondominium Betang Ba’menongkat
(Huma Gantung) di Desa Buntoi.

Seni nada yang dikenal di area ini antara tak:

Chordophone
  • Kacapi
  • Rebab
  • Dambus
  • Sampe
Idiophone
  • Berbagai jenis Gong
  • Kangkanung
Membranophone
  • Majemuk varietas Kendang (Gandang)
  • Katambung

Seni vokal

Seni vokal yang naik daun di area ini yaitu:

  • Kelong Seloka
  • Karungut
  • Kandan
  • Mansana
  • Kalalai Lalai
  • Ngendau
  • Barayah
  • Natum
  • Dodoi
  • Marung

Tarian

Diversifikasi-variasi ajojing nan terdapat di daerah ini antara lain:

  • Tari Hugo dan Huda
  • Tari Putri Malawen
  • Tari Tuntung Tulus dari Barito Timur
  • Tari Giring-giring
  • Tari Manasai
  • Tari Balian Bawo
  • Tari Balian Dadas
  • Manganjan
  • Tari Kanjan Halu
  • Tari Deder
  • Tari Mandau
  • Tari Kinyah
  • Tari Jepen Kotawaringin dan Sukamara

Seni Kriya

Seni kriya yang berkembang di negeri ini ialah:

  • Seni pahat patung Sapundu
  • Seni lukis
  • Rajah
  • Anyaman
  • Seni berpokok bahan Getah Nyatu
  • Topeng Sababuka

Upacara adat

  • Wadian
  • Tampung Batil (seremoni menolak bala)
  • Marumpak Kutamara (upacara menggiring raja sehari lelaki berkiblat kediaman pengantin wanita)
  • Upacara Tiwah (ritual memindahkan lemak tulang kulit kerbau tanggungan yang telah meninggal)
  • Wara (upacara evakuasi sumsum bawak keluarga nan mutakadim meninggal)
  • Balian (ritual pengobatan)
  • Lawang Sekepeng (hampir serupa dengan Marumpak Kutamara)
  • Hunjam Pantan (upacara peresmian atau penyambutan peziarah kehormatan)
  • Mapalas (upacara membuang sial ataupun membersihkan diri dari malapetaka)
  • Ijambe (upacara hijrah tulang belulang keluarga yang sudah meninggal)

Pakaian pengantin

  • Busana Mempelai Dayak

Pakaian merapulai adam Dayak Kalimantan Perdua mengaryakan pantalon sebatas dengkul, selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala. Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung pangkat, cekoang maupun kalung pendek dan kalung nan terbuat semenjak gigi sato. Pengantin wanita mempekerjakan karet maujud pakaian sumir, baju luar, kain kepala dengan hiasan bulu enggang gading, kalung dan subang.

  • Rok Pengantin Kotawaringin

Kerumahtanggaan motif baju, Rok pengantin Kotawaringin tertumbuk pandangan punya kemiripan dengan Busana Pengantin Larik.

Lihat lagi

  • Daftar kali besar di Kalimantan Tengah

Bacaan

[52]


  1. ^


    “Salinan sahifah”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-24. Diakses tanggal
    2020-07-04
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    d




    “Provinsi Kalimantan Paruh Dalam Angka 2021”
    (pdf).
    www.kalteng.bps.go.id. hlm. 7, 115, 357. Diakses tanggal
    16 April
    2021
    .





  3. ^


    “Visualisasi Data Kependuduakan – Kementerian Dalam Daerah 2020”.
    www.dukcapil.kemendagri.go.id
    . Diakses tanggal
    16 April
    2021
    .





  4. ^


    “Indeks Pembangunan Sosok Menurut Area 2019-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses sungkap
    26 November
    2021
    .





  5. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Masyarakat Provinsi/Kabupaten Ii kabupaten Dalam APBN T.A 2020”
    (PDF).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses copot
    16 April
    2021
    .




  6. ^


    a




    b




    (Melayu)
    Ras, Johannes Jacobus (1990).


    Hikayat Banjar
    diterjemahkan oleh Siti Temperatur Salleh
    . Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405.



    ISBN 983-62-1240-X

  7. ^


    (Belanda)
    L. C. van Dijk, Ne©erland’s vroegste betrekkingen met Borneo, den Solo-Archipel, Camobdja, Siam en Cochin-China, Scheltema, 1862

  8. ^


    (Inggris)
    The New American Encyclopaedia (1865). “The New American Encyclopaedia:
    a popular dictionary of general knowledge“.
    2. D. Appleton.





  9. ^


    George Bryan Souza (2004).
    The Survival of Empire: Portuguese Trade and Society in China and the South China Sea 1630-1754
    (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 126. ISBN 0-521-53135-7.




    ISBN 9780521531351

  10. ^


    (Indonesia)
    J. U. Lontaan (1985).
    Menjajat Kalimantan. Penerbit Plonco. hlm. 91.





  11. ^


    (Indonesia)
    Kiai Bondan, Amir Hasan (1953).
    Suluh Sedjarah Kalimantan. Bandjarmasin: Fadjar.





  12. ^

    http://jejakrekam.com/2018/10/14/perkelahian-mumbung-keringat-imam-ventimiglia/

  13. ^


    Pinkerton, John (1812).
    A general collection of the best and most interesting voyages and travels in all parts of the world: many of which are now first translated into English : digested on a new plan.
    11. Longman. hlm. 134.





  14. ^


    Beeckman, Daniel (1718).
    A Voyage to and from the Island of Borneo. hlm. 1346.





  15. ^


    Hindia-Belanda (1965).
    Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia-Belanda 1635-1860
    (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Koalisi dengan Rakjat. hlm. 228.





  16. ^

    Perkara 4. Sri Paduka Prabu Adam salinkan kepada radja dari Nederland segala apa negeri jang tersebut dibawah ini: Pulau Tatas dan Kuin sampai di subarang kiri Antasan Ketjil dan pulau Burung mulai dari kuala Bandjar subarang kanan sampai di Pantuil dan di Pantuil subarang pulau Tatas lantas ke timur Tepi laut Kuliling dengan apa sungai2nja Kelajan Ketjil Kelajan Besar dan kampung jang di subarang pulau Tatas hingga di bengawan Messa di ulu kampung Tjina lantas ke darat sebatas di sungai Baru sebatas di wai Lumbah dan pulau Bakumpai mulai dari mulut sungai Bandjar subarang kidal mudik sampai di kuala Andjaman di kiri milir hingga kuala Lopak dan segala tanah Dusun semuanja desa2 kiri kanan mudik ka ulu mulai Mengkatip hingga terus negeri Siang dan di ilir sampai di ambang Marabahan dan tanah Dajak Segara Ketjil dengan semuanja desa2nja kiri kanan mulai di kuala Dajak mudik ka ulu sampai terus ke ilir sungai Dajak dengan segala tanah di daratan jang takluk padanja dan persil Mendawai Sampit Pembuang semuanja desa2nja dengan segala petak jang takluk padanja dan tanah Kutaringin Sintang Lawey Djelei semuanja desa2nja dengan segala persil jang takluk padanja. Dan Taboniou dan segala tanah Laut sampai di Tandjung Silatan dan ke timur hingga watas dengan Pagatan dan ka oetara sampai di muara Maluka mudik sungai Maluka Selingsing Lijang Anggang Banju Irang lantas ke timur sampai di gunung Pamaton sampai watas dengan persil Pagatan dan negeri jang di pasisir timur Pagatan Pulau Laut Batu Litjin Pasir Kutai Barau semuanja dengan tanah2 jang takluk padanja.

  17. ^


    (Inggris)
    Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië (1861). “Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië”.
    23
    (1-2). Nederlandsch-Indië: 205.





  18. ^


    “Borneo in 1850”. Diarsipkan bermula versi asli tanggal 2017-06-30. Diakses tanggal
    2012-03-21
    .





  19. ^


    “Borneo 1800-1857”. Diarsipkan berpokok versi asli tanggal 2012-05-05. Diakses tanggal
    2012-03-21
    .





  20. ^


    (Belanda)
    Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia).
    Kalender van Nederlandsch-Indië voor het jaar.
    21. Lands Drukkery. hlm. 80.





  21. ^


    (Belanda)
    Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1849).
    Penanggalan van Nederlandsch-Indië voor het jaar.
    22. Lands Drukkery. hlm. 83.





  22. ^


    Nederlandisch Indië (1849). “Staatsblad van Nederlandisch Indië, voor het jaar 1849” (dalam bahasa Belanda). Batavia: Ter Lands-drukkerij.




  23. ^


    (Inggris)
    Abur Geographical Society (Great Britain) (1856). “A Gazetteer of the world: or, Dictionary of geographical knowledge, compiled from the most recent authorities, and forming a complete body of modern geography — physical, political, statistical, historical, and ethnographical”.
    5. A. Fullarton.





  24. ^


    (Indonesia)
    Ukur, Fridolin (2000).
    Tuaiannya alangkah banyak: sejarah Basilika Kalimantan Evanggelis sejak tahun 1835. BPK Ardi Indah. hlm. 42. ISBN 9789799290588.




    ISBN 979-9290-58-9

  25. ^


    (Inggris)
    Zuhdi, Susanto (2002).
    Cilacap (1830-1942): kumat dan runtuhnya satu pelabuhan di Jawa. Kepustakaan Tersohor Gramedia. ISBN 9789799023698.



    ISBN 979-9023-69-6

  26. ^


    “Borneo in 1942”. Diarsipkan berusul varian asli tanggal 2016-04-03. Diakses terlepas
    2011-07-05
    .





  27. ^


    “Letak, Sempadan, dan Luas Wilayah”. Dinas Perhutanan Kalimantan Tengah. Diakses tanggal
    20 Agustus
    2022
    .





  28. ^


    “Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-periode Warga Indonesia”
    (pdf). Jasmani Pokok Statistik. 23 Mei 2012. hlm. 36–41. Diakses tanggal
    9 September
    2021
    .




  29. ^


    a




    b




    Aris Ananta, Evi Nurvidya Arifin, M. Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, dan Agus Pramono (2015).
    Demography of Indonesia’s Ethnicity. Institute of Southeast Bernasib baik Studies dan BPS – Statistics Indonesia.





  30. ^

    http://multitree.org/codes/muslihat

  31. ^


    Soto Mengalir sampai Jauh…
    – KOMPAS.com. Diakses 28 Januari 2014.

  32. ^


    “Sensus Penduduk 2010 – Penghuni Menurut Wilayah dan Agama Yang Dianut – Provinsi Kalimantan Tengah”. Diakses sungkap
    2014-01-28
    .





  33. ^


    “Provinsi Kalimantan Tengah dalam Angka 2021”. BPS Kalteng. Februari 2021. hlm. 357. Diakses terlepas
    20 Oktober
    2021
    .





  34. ^


    (Prancis)
    Sevin, Olivier (1983).


    Kursus Dayak du centre Kalimantan: étude géographique du Pays ngaju, de la Seruyan à la Kahayan

    . IRD Editions. ISBN 9782709907002.




    ISBN 2-7099-0700-3

  35. ^


    Sosilo, Herman (4 Juli 2013). “Memori Ringkas Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah”.
    Website Pemerintah Kalimantan Paruh. Diarsipkan berusul versi ceria rontok 2017-10-22. Diakses tanggal
    27 Mei
    2016
    .





  36. ^


    Administrator (27 November 1993). “Nomine tua vs kian jompo”.
    Tempo.co
    . Diakses sungkap
    27 Juli
    2020
    .





  37. ^


    “Penyaringan Kepala Wilayah / Konsul Ketua Daerah Propinsi Dan Dua Kabupaten / Kota Di Propinsi Kalimantan Paruh Tahun 2005”.
    Website Pemerintah Kalimantan Tengah. Diarsipkan dari versi murni tanggal 2017-06-27. Diakses sungkap
    22 Januari
    2018
    .





  38. ^


    “45 Anggota DPRD Kalteng Dilantik, Ketua Umum PKS Kalteng : Kembalikan Kepercayaan Rencana Dewan”.
    Banjarmasin Post
    . Diakses tanggal
    2019-09-25
    .





  39. ^


    “Anggota DPRD Kalteng Periode 2019 – 2024 Resmi Dilantik”.
    www.borneonews.co.id
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-09-25
    .





  40. ^


    “45 Anggota DPRD Kalteng Tersortir 2019 Resmi Dilantik”.
    rri.co.id
    (dalam bahasa Indonesia). Diakses copot
    2019-09-25
    .





  41. ^

    Borneo Kini:Ini komposisi anggota DPRD Kalteng 2014-2019
    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]

    , diakses 28 Juli 2015

  42. ^

    Kalteng Pos: Anggota DPRD Kalteng Gegap-gempita-ramai Dukung Kotara
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    , diakses 28 Juli 2015

  43. ^

    Kalteng Antara: KPU Kalteng Tetapkan Anggota DPRD Periode 2014-2019, diakses 28 Juli 2015

  44. ^


    Kalteng, Pimpinan dan Anggota DPRD (2004-01-01).
    45 Tahun Kiprah dan Pengabdian DPRD Kalteng (FULL). Indomedia. ISBN 9789799733962.





  45. ^


    “DPRD – PROVINSI KALIMANTAN TENGAH”.
    www.dprd-kaltengprov.go.id
    . Diakses tanggal
    2019-09-25
    .





  46. ^


    “Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) – Kementerian Privat Negeri – Republik Indonesia”.
    www.kemendagri.go.id
    (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan berbunga versi jati sungkap 2017-04-29. Diakses tanggal
    2018-07-11
    .





  47. ^


    “Hasil Sensus Pemukim 2020 Provinsi Kalimantan Tengah”. Jasmani Kiat Statistik Kalimantan Tengah. Januari 2021. Diakses tanggal
    2 Februari
    2021
    .





  48. ^


    “Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Rezim”. Kementerian Kerumahtanggaan Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari varian kalis tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal
    3 Oktober
    2019
    .





  49. ^


    “Peraturan Menteri N domestik Negeri Nomor 72 Tahun 2019 mengenai Perubahan atas Permendagri nomor 137 Hari 2017 adapun Kode dan Data Kewedanan Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi zakiah
    (PDF)
    copot 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    15 Januari
    2020
    .





  50. ^

    Perigi: Badan Trik Statisktik, Distrik Kalimantan Tengah

  51. ^

    Biografi DAERAH KALIMANTAN TENGAH STRUKTUR, LUAS, DAN JARAK KE Ibu daerah tingkat PROVINSI Diarsipkan 2013-06-05 di Wayback Machine.Jarak Antar Ibu kota Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah (km) Diarsipkan 2021-03-04 di Wayback Machine.

  52. ^

    Tempat Wisata di Persinggahan Bun Kotawaringin Barat koranfakta.net

Pranala luar

  • (Indonesia)
    Situs sah pemerintah provinsi
  • (Indonesia)
    Informasi Lengkap Seputar Kalimantan Tengah
  • (Indonesia)
    Profil Ilmu kependudukan Kalteng
  • (Indonesia)
    Profil Ekonomi Kalteng
  • (Indonesia)
    Profil Pelancongan Kalteng
  • (Indonesia)
    Ekonomi Regional Kalteng
  • (Indonesia)
    Statistik Regional Kalteng
  • (Indonesia)
    Situs Lembaga Penelitian Dayak 21 Diarsipkan 2021-03-14 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Situs Orang Palangka Raya
  • (Indonesia)
    Situs Komunitas Warga Kalimantan Perdua Diarsipkan 2008-07-23 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Portal Daring Mengenai Kalimantan Tengah
  • (Indonesia)
    Balai Pelatihan Kesehatan Distrik Kalimantan Perdua Diarsipkan 2011-06-25 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Situs Pemerintah Kota Palangka Raya
  • (Indonesia)
    Situs Lowongan Kerja Kalimantan Perdua


Koordinat:



1°23′S
113°17′E


 / 

1.383°S 113.283°E
 /
-1.383; 113.283






Nama Nama Pakaian Adat 34 Provinsi

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Tengah

Baca juga:  Sebutkan 4 Gurun Pasir Di Wilayah Asia